MilkLife Archery Challenge 2024 : 357 Pelajar SD dan MI di Kudus Ambil Bagian Geluti Olahraga Panahan

- Jurnalis

Sabtu, 24 Agustus 2024 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar SD dan MI mengikuti turnamen panahan di SSA Rendeng Kudus (Foto:Istimewa)

Pelajar SD dan MI mengikuti turnamen panahan di SSA Rendeng Kudus (Foto:Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife, dan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kudus berkolaborasi menyelenggarakan MilkLife Archery Challenge 2024 yang berlangsung pada 22-25 Agustus 2024 di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus, Jawa Tengah.

Menyasar dua Kategori Usia (KU) yakni KU 10 dan KU 12, turnamen ini diikuti oleh 357 peserta dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) asal Kudus dan beberapa kota disekitarnya seperti Jepara, Demak, Pati, Grobogan, Rembang hingga Wonogiri

MilkLife Archery Challenge 2024 mempertandingkan tiga kategori perlombaan baik putra maupun putri, yaitu PVC KU 10, PVC KU 12, dan Nasional (Standar Bow) KU 12. Setiap kategorinya terdapat dua nomor pertandingan yakni aduan perorangan dan total beregu. Selain itu, ada pula perebutan gelar juara umum pada kategori Nasional KU 12.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge 2024 bertujuan guna menumbuhkan kecintaan masyarakat Kudus dan sekitarnya terhadap cabang olahraga panahan, khususnya di level pelajar.

“Setelah memasyarakatkan sepak bola putri dan atletik, kini kami mengajak seluruh warga Kudus dan sekitarnya untuk mengenal lebih dalam cabang olahraga panahan. Meski baru pertama kali, kami bersyukur antusiasme dari guru maupun peserta cukup baik dan melebihi ekspektasi yang awalnya hanya menargetkan 250 peserta. Semoga ini menjadi angin segar yang bisa dikembangkan ke depannya baik dari sisi pembibitan atlet maupun peningkatan prestasi,” ujar Yoppy.

Ia melanjutkan, di level provinsi, prestasi panahan di Kudus dan sekitarnya masih berada di bawah Solo dan Semarang. Untuk itu, Yoppy berharap dengan digelarnya MilkLife Archery Challenge akan muncul bibit-bibit potensial yang bisa membawa Kota Kudus menorehkan prestasi yang lebih tinggi lagi, tak hanya di level Jawa Tengah namun juga di tingkat nasional.

“Target tidak terlalu muluk, yang terpenting Kudus bisa memiliki regenerasi pemanah handal. Kami menyiapkan kaderisasi pemanah Kudus secara berjenjang dan berkesinambungan, sehingga bisa menembus tiga besar di provinsi, lalu lanjut ke tingkat nasional. Karena Solo dan Semarang sudah berpuluh-puluh tahun berada di tiga besar tingkat Jawa Tengah,” imbuhnya.

Untuk mencapai target tersebut, tak hanya berhenti di MilkLife Archery Challenge saja, bibit-bibit atlet potensial akan diarahkan untuk bergabung dengan klub panahan yang ada di Kudus. Nantinya mereka akan dibina oleh para ahli di bidangnya untuk berlatih secara rutin dan intensif guna mengasah bakat mereka sehingga kelak menjadi atlet profesional pada cabang olahraga ini.

357 peserta dibagi menjadi dua kategori KU 10 dan KU 12. (Foto:Istimewa)

Sementara itu, Direktur Marketing Global Dairi Alami sebagai produsen susu MilkLife, Soegiono mengungkapkan, penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge sejalan dengan visi mereka yakni menyehatkan anak Indonesia. Ia berharap dengan rutin menjalani berbagai kegiatan olahraga dan didukung oleh asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang seperti MilkLife, akan melahirkan generasi penerus berprestasi.

“Setelah MilkLife Soccer Challenge dan MilkLife Athletics Challenge, kami berkomitmen bergandeng tangan bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk menggelar turnamen-turnamen yang positif bagi tumbuh kembang anak. Tak hanya menciptakan kesenangan tapi juga menyehatkan generasi masa depan serta melahirkan calon atlet kebanggaan Tanah Air,” papar Soegiono.

Vera Eka Wardani selaku Ketua Pelaksana MilkLife Archery Challenge berucap, sebelum menggelar pertandingan, penyelenggara terlebih dulu mengadakan coaching clinic kepada 32 guru olahraga MI dan SD di Supersoccer Arena pada 14 November dan 15 November 2023.

Baca Juga :  Kejuaraan Bola Volley Kapolres Cup 2018 Sebagai Ajang Pemanasan Sebelum Porprov

Salah satu anggota 3 Srikandi, Lilies Handayani (peraih medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade Seoul 1998) didapuk sebagai pemateri untuk memberi pemahaman mengenai teknik dasar panahan, posisi yang benar sebagai pemanah, bagaimana cara melatih untuk pemula, peralatan panahan, hingga peraturan yang diterapkan dalam olahraga panahan.

“Setelah mengikuti coaching clinic selama dua hari tersebut, para guru kembali ke sekolah dan membentuk tim yang akan berlaga pada MilkLife Archery Challenge. Jadi baik guru maupun anak didik sudah memiliki pemahaman dasar terkait olahraga panahan. Sehingga ketika mengikuti turnamen, mereka bisa mengaplikasikan hal yang sudah dipelajari dan diharapkan mampu mengembangkannya secara lebih baik,” ujar Vera.

Vera melanjutkan, meski bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga panahan di Kudus, penyelenggara tetap menerapkan sistem dan peraturan pertandingan di MilkLife Archery Challenge secara profesional sesuai aturan yang berlaku. Sedangkan adanya kategori PVC di turnamen ini agar para peserta KU 10 yang merupakan pemula bisa lebih menyesuaikan, karena busurnya ialah bentuk modifikasi dari standar bow, sehingga lebih ringan digunakan.

“MilkLife Archery Challenge mengacu pada World Archery Contitution and Rules tahun 2024. Sehingga peserta tahu dan terbiasa sejak dini dengan rules of the games yang memang berlaku di olahraga panahan. Setiap siswa/i hanya boleh mengikuti satu divisi yang diperlombakan agar mereka bisa fokus bertanding. Sementara adanya kategori PVC supaya peserta lebih mudah dalam penggunaan busurnya,” imbuh Vera.

Gelaran MilkLife Archery Challenge 2024 ini disambut baik oleh para pelajar. Salah satunya ialah Raihan Mehdi WIbowo yang datang jauh-jauh dari Grobogan, Jawa Tengah ke Kudus untuk mengikuti turnamen ini.

Mewakili sekolahnya yakni SDIT Al Firdaus, Raihan turun di nomor Nasional KU 12. Di babak kualifikasi, mencatatkan torehan apik dengan menempati posisi 2 besar dengan skor total 662.

ia bercerita, ketertarikannya terhadap panahan berawal dari sang ayah yang merupakan mantan atlet cabang olahraga tersebut. “Dari kecil diajak ayah melihat dan main panahan. Habis itu jadi sering berlatih dan ikut kejuaraan. Saya suka panahan karena olahraga ini bisa melatih konsentrasi dan mental. Saya berharap, lomba seperti ini bisa rutin diadakan,” ujar Raihan.

Penjelasan Kategori Perlombaan:

PVC KU 10
Babak Kualifikasi PVC
Jarak: 2 x 5 m
Target Face: 80 cm (sepuluh ring)
Jumlah Seri: 6 seri/rambahan
Penembakan: 6 anak panah/seri
Waktu: 3 menit/seri

Babak Eliminasi – Semi Final PVC
Jarak: 5 m
Target Face: 80 cm (sepuluh ring)
Jumlah Seri: 5 seri/rambahan
Penembakan: 3 anak panah/seri
Waktu: 90 Detik/seri
Format: Set System

PVC KU 12
Babak Kualifikasi PVC
Jarak: 2 x 5 m
Target Face: 50 cm (enam ring)
Jumlah Seri: 6 seri/rambahan
Penembakan: 6 anak panah/seri
Waktu: 3 menit/seri

Babak Eliminasi – Semi Final PVC
Jarak: 5 m
Target Face: 50 cm (enam ring)
Jumlah Seri: 5 seri/rambahan
Penembakan: 3 anak panah/seri
Waktu: 90 Detik/seri
Format: Set System

Nasional KU 12
Babak Kualifikasi Nasional
Jarak: 2 x 15 m
Target Face: 50 cm (enam ring)
Jumlah Seri: 6 seri/rambahan
Penembakan: 6 anak panah/seri
Waktu: 3 menit/seri

Babak Eliminasi – Semi Final Nasional
Jarak: 15 m
Target Face: 50 cm (enam ring)
Jumlah Seri: 5 seri/rambahan
Penembakan: 3 anak panah/seri
Waktu: 90 Detik/seri
Format: Set System. (J02/A01)

Berita Terkait

Dramatis! Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Bupati Sam’ani Rayakan Kemenangan Bersama Warga Kudus
Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan
Lewat Charity Match, Sang Surya FC dan Lazismu Kudus Galang Bantuan untuk Warga
BRI Dukung Kejurkab Bupati Cup 2026, Dorong Semangat dan Prestasi Basket Pelajar Kabupaten Demak
Memburu Tiket ke PB Djarum, 1.601 Pebulutangkis Muda Bertarung di Kudus
Kudus Finis Peringkat 14 Popda Jateng 2026, Disdikpora Evaluasi Pembinaan Atlet
Jadwal Kuliah Padat Tak Halangi Raffael Ega Boyong Emas Karate Internasional
Rehabilitasi Kolam Renang Wergu Wetan Kudus Capai 50 Persen, Atap Diganti Material Alderon
Berita ini 314 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:08 WIB

Dramatis! Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Bupati Sam’ani Rayakan Kemenangan Bersama Warga Kudus

Minggu, 27 September 2026 - 11:39 WIB

Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan

Sabtu, 19 September 2026 - 10:41 WIB

Lewat Charity Match, Sang Surya FC dan Lazismu Kudus Galang Bantuan untuk Warga

Jumat, 18 September 2026 - 14:25 WIB

BRI Dukung Kejurkab Bupati Cup 2026, Dorong Semangat dan Prestasi Basket Pelajar Kabupaten Demak

Rabu, 9 September 2026 - 20:49 WIB

Memburu Tiket ke PB Djarum, 1.601 Pebulutangkis Muda Bertarung di Kudus

Berita Terbaru