Jurnalpantura.id, Kudus – Raih banyak penghargaan di usia muda membuat Jesslyne Jaya Wiyanto tak menjadi jumawa. Pebasket asal kota Sukoharjo, Jawa Tengah ini mulai serius menggeluti basket sedari kecil.
“Kalo perjalanan sih kebetulan aku mulai serius basket pas liat kokoku serius basket. Dulunya aku sempat dilarang papa mama main basket karena pengalaman kaya basket itu keras, tapi aku tetep mau main,” ujarnya
Jesslyne sapaan akrabnya adalah anak dari kedua legenda basket Indonesia yakni Wempi Wiyanto dan Linda Wijaya. Sebagai pengingat, pasangan suami istri tersebut pernah meniti karir pro di kompetisi basket nasional dan membela Indonesia di kancah internasional.
Jesslyne mengikuti karir kedua orangtuanya dan kakaknya yang kini tengah bermain di liga basket tertinggi di Indonesia yakni IBL. Dirinya terpakau dan termotivasi untuk bisa bermain hingga titik tertinggi.
“Saat awal ikut DBL (Developmental Basketball League Central Java Series) berhasil menangin champion juara pertama pas kelas satu, terus tahun kedua jadi runner up Jawa Tengah. Setelah juara tahun pertama baru dilirik oleh Timnas,” paparnya
Captain tim basket putri SMA Warga Surakarta ini bersyukur karna dapat membela Indonesia di kancah internasional pada usia 16 tahun untuk bertanding FIBA di Jordania.
“Antara bangga dan kurang bangga karena masih pertama kali bertanding dengan negara-negara lain, Kedepannya harus lebih kerja keras dan latihan biar naik level,” katanya
Bicara prestasi, Jesslyne terbilang memiliki banyak sekali prestasi pada usianya yang masih pelajar ini. Selain di kancah internasional dan nasional, dirinya juga meraih penghargaan sebagai MVP (Most Valuable Player) pada kompetisi Bupati Cup di Kudus dan juara 2 Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).
“Puji Tuhan banget bersyukur bisa meraih apa yang udah dikasih. Harapannya ke depan gimana caranya aku harus bisa tembusin versi terbaik dari diriku,” tandasnya. (J05/A01)










