Masih Ditemukan Pemasungan ODGJ di Kudus, DKK Gencarkan Edukasi Keluarga

- Jurnalis

Kamis, 18 September 2025 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto. (Foto: J05)

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus — Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mengungkapkan masih ditemukan kasus pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah setempat.

Kondisi ini sangat memprihatinkan, mengingat pemasungan bukanlah solusi yang tepat dalam penanganan ODGJ. Bahkan, tindakan pemasungan tersebut dilakukan oleh keluarga mereka sendiri.

Tercatat ada tiga kasus pemasungan ODGJ yang ditemukan oleh DKK Kudus. Mirisnya, keluarga dari ODGJ tersebut menolak untuk membawa mereka ke fasilitas rehabilitasi kesehatan jiwa maupun rumah sakit.

Penolakan ini menghambat proses pemulihan dan perawatan yang seharusnya bisa dilakukan secara medis dan manusiawi.

Sekretaris DKK Kudus, Nuryanto, menjelaskan bahwa pemasungan tidak hanya berarti mengikat kaki atau tangan ODGJ, tetapi juga termasuk tindakan mengurung mereka dalam ruangan secara paksa.

Praktik ini dianggap sebagai pelanggaran hak asasi dan dapat memperburuk kondisi mental pasien.

Untuk mengatasi hal ini, DKK Kudus telah membentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa (TPKJM) yang bertugas memberikan edukasi dan pendekatan persuasif kepada keluarga ODGJ.

“Biasanya kalau orang dari dinas kesehatan saja kan tidak dipercaya, makanya juga menggandeng babinsa dan babhinkantibmas untuk meyakinkan. Sehingga bisa mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Nuryanto, Kamis, 18/9/2025.

Baca Juga :  Posko Pengungsian Full Warga Demak, Camat Jati ‘Ancang-ancang’ Kemungkinan Banjir Kudus

DKK Kudus juga menjalin kerja sama dengan Panti Muria di Desa Ngembalrejo yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Panti ini menjadi alternatif rujukan karena tidak memungut biaya dan dinilai tepat bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Minimal kalau bisa kan yang tidak berbayar. Apalagi kasus yang kita temukan ada orangtuanya yang sudah sepuh,” tambahnya.

Dengan sinergi antara TPKJM, aparat keamanan, dan fasilitas rehabilitasi, DKK Kudus berharap keluarga yang masih melakukan pemasungan bisa tersentuh hatinya.

“Karena ada kasus juga itu sudah tidak mau makan, jadi kan kasihan. Apalagi nanti kalau kabur, ini kan bisa diantisipasi sejak dini,” ungkap Nuryanto, menyoroti pentingnya penanganan yang cepat dan tepat.

Ke depan, DKK Kudus juga merencanakan program pemberdayaan bagi ODGJ yang telah sembuh. Melalui koordinasi dengan pemerintah desa, mereka akan dibantu agar bisa kembali produktif dan diterima di lingkungan masyarakat.

“Kepala desanya juga terbuka dan akan membantu agar mereka bisa mendapatkan pekerjaan dan diterima di masyarakat,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru