Jurnalpantura.id, Kudus – Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Kudus kembali menggelar Diklat Pengembangan Kompetensi Pembelajaran Mendalam bagi guru PAI jenjang Sekolah Dasar (SD) negeri dan swasta.
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari pelaksanaan Training of Trainer (ToT) Instruktur Pembelajaran Mendalam yang sebelumnya telah diselenggarakan pada awal Juni 2026.
Diklat tersebut mulai digelar secara bertahap di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus. Kegiatan perdana berlangsung di SD 2 Demaan pada Senin, 22/6/2026, dengan peserta guru PAI SD dari wilayah Kecamatan Kota.
Para instruktur yang sebelumnya mengikuti ToT kini bertugas menyebarluaskan materi yang telah diperoleh kepada rekan-rekan guru di masing-masing koordinator wilayah kecamatan.
Momentum libur sekolah dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru sebelum memasuki tahun ajaran baru.
Koordinator Pelaksana Diklat, Arifin, menjelaskan bahwa program ini akan menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Kudus hingga awal Juli mendatang. Menurutnya, pelaksanaan dilakukan secara bergilir agar seluruh guru dapat memperoleh materi yang sama.
“Hari ini dilaksanakan untuk Kecamatan Kota, nanti akan secara bergilir dilangsungkan di sembilan kecamatan sampai 9 Juli 2026 nanti,” ujar Arifin usai membuka kegiatan diklat.
Sebanyak 449 guru PAI SD menjadi sasaran dalam program peningkatan kompetensi tersebut. Mereka berasal dari sembilan kecamatan, yakni Kecamatan Kota sebanyak 56 guru, Kaliwungu 40 guru, Dawe 65 guru, Gebog 57 guru, Jati 40 guru, Mejobo 49 guru, Jekulo 60 guru, Bae 42 guru, serta Undaan 40 guru.
Dalam pelaksanaannya, peserta akan mendapatkan dua materi utama yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini. Materi tersebut mencakup penyusunan modul ajar dan asesmen, serta pengenalan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran.
“Untuk materi yang akan diajarkan nanti ada dua. Ada modul ajar dan asesmen, kemudian pengenalan AI dalam pembelajaran,” terang Arifin.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat kemampuan guru dalam menerapkan konsep pembelajaran mendalam sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif, menarik, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Selain itu, kompetensi guru juga diharapkan semakin sesuai dengan arah kebijakan pendidikan nasional.
Sementara itu, Ketua KKG PAI Kabupaten Kudus, Purwo H. Kusumo, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ToT hingga diklat guru dilaksanakan melalui pembiayaan swadaya yang dikelola KKG PAI Kudus.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya guru PAI di daerah.
“Jadi kita manfaatkan momentum libur sekolah ini meng-upgrade kompetensi guru PAI SD,” kata Purwo.
Ia menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga serta Kementerian Agama agar hasil diklat dapat diimplementasikan dalam pembelajaran pada tahun ajaran 2026/2027.
“Semoga hasil diklat ini nanti bisa diterapkan di tahun ajaran baru,” pungkasnya. (J05/A01)










