oleh

Lestari Moerdijat Ajak Petani Selalu Ingat Empat Konsensus Dasar

Jurnalpantura.id, Kudus – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat gencar menggelar sosialisasi Empat Konsensus Dasar Bangsa kepada masyarakat untuk mengingatkan kembali nilai-nilai kebangsaan.

Seperti yang dilakukan bersama DPC Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Kudus pada Selasa 09/08/2022.

Dihadiri secara virtual, Lestari Moerdijat meminta para petani agar kembali mengingat nilai-nilai empat konsensus yakni Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Melalui mengamalkan nilai-nilai tersebut untuk menuju Indonesia yang dicita-citakan. Apalagi petani merupakan salah satu bagian dari memajukan bangsa turut serta menjaga ketahanan pangan.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat melalui tenaga ahlinya Naila Fitria menuturkan, bahwa petani memiliki peran penting dalam proses kemajuan bangsa.

Untuk itu, harapan Lestari Moerdijat regenerasi petani dan perkembangan teknologi harus juga dapat diikuti petani.

“Saat ini kami berkolaborasi dengan Serikat Petani Indonesia atau SPI cabang Kudus. Kami menggandeng para petani, baik petani milenial maupun mahasiswa di Kudus. Dimana agar mereka nantinya tidak malu bertani, dan optimis bahwa bertani merupakan bagian dari memajukan bangsa,” kata Naila kepada Media Indonesia, Selasa 09/08/2023.

Apalagi, saat ini Presiden Joko Widodo tengah mendorong pemanfaatan lahan untuk antisipasi ancaman krisis pangan. Lanjut, Naila melalui program Lestari Moerdijat yang merupakan Anggota DPR RI dapil Demak, Jepara dan Kudus, sebagai wakil rakyat pihaknya berupaya memperjuangan para petani agar tercapai ketahanan pangan nasional dari petani.

“Kami berharap ketahanan pangan ini tidak menjadi kekhawatiran lagi. Dan kita mulai mengajak generasi milenial untuk aktif dan terjun langsung dalam bertani,” ungkapnya.

Sementara Ketua DPC SPI Cabang Kudus Wahyu Utomo menyebut, mengapresiasi dapat dilibatkan kegiatan tersebut. Menurutnya untuk turut serta menjaga ketahanan pangan, petani dapat diwujudkan koperasi petani. Melalui koperasi petani itu, nantinya dapat membantu akomodir kebutuhan petani dengan mudah.

“Mewujudkan koperasi petani, dimana Presiden juga menyebutkan bahwa setiap basis pertanian harus ada koperasi petani. Nah, koperasi petani itu mengakomodir kebutuhan petani sehingga petani lebih mudah mengakses mulai dari benih sampai penjualan produknya,” terangnya.

Dalam sosialisasi tersebut, para petani milenial juga diajak untuk merangkul generasi muda lain agar kondisi ancaman krisis pangan dapat teratasi melalui munculnya petani milenial yang mudah memahami sistem teknologi pertanian terbaru hingga penjual produk dengan teknologi

“Regenerasi itu program kami, seiring perkembangan teknologi petani biar mampu mengimbangi dunia digital saat ini. Untuk mengimbangi teknologi pertanian hingga penjual produk,” ungkapnya. (J02/A01)

Komentar