Latih Ecoprint Anak-anak Disabilitas, Bripka Puguh Berharap Semoga Menjadi Bekal Saat Mereka Dewasa

- Jurnalis

Rabu, 17 Februari 2021 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu anak yang berada di Yayasan Disabilitas Insan Mandiri Blora Selatan mengikuti pelatihan Ecoprint (Foto:Istimewa)

Salah satu anak yang berada di Yayasan Disabilitas Insan Mandiri Blora Selatan mengikuti pelatihan Ecoprint (Foto:Istimewa)

Jurnalpantura.id, Blora – Bripka Puguh Agung Dwi Pambuditomo, patut menjadi contoh bagi anggota Polri lainnya, dimana Profil Polri yang tegas namun humanis terlihat nyata pada sosok anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blora, Jawa Tengah tersebut.

Selain tegas dalam melaksanakan tugas tugas kepolisian, Bripka Puguh mempunyai sisi lain yang berbeda dan tentunya menarik untuk dikupas, salah satunya adalah sebuah kepedulian yang nyata yang telah ia lakukan kepada anak anak disabilitas yang tergabung dalam Yayasan Disabilitas Insan Mandiri Blora Selatan.

Yayasan Disabilitas Insan Mandiri Blora Selatan yang diketuai oleh Intan Sari, hingga saat ini telah mempunyai anak asuh disabilitas sebanyak 80 anak berkebutuhan khusus.

Selain sebagai pelopor dalam berdirinya Yayasan tersebut Bripka Puguh hingga saat ini selalu aktif dalam kegiatan. Jarak yang mencapai 36 KM dari rumahnya di kecamatan Jepon, Kabupaten Blora tak mematahkan semangat pengabdian untuk mengajar anak anak difable secara gratis yang ada di kecamatan Randublatung tersebut.

Dengan kesabaran, Bripka Puguh mengajari anak-anak Disabilitas tehnik ecoprint (Foto:Istimewa)

Sejak awal tahun 2017 hingga saat ini, setiap hari Sabtu dan Minggu selesai bertugas dirinya langsung ke Yayasan Insan Mandiri Randublatung untuk mengajar anak-anak difable.

Meski awalnya takut dengan Polisi, dengan kesabarannya, anak anak difable menerima Bripka Puguh menjadi sosok Polisi sahabat bagi anak difable untuk belajar bersama. Meski dengan fasilitas dan dana yang minim, Bripka puguh rela mengeluarkan uang milik pribadinya untuk keberlangsungan pendidikan anak difable tersebut.

Terkini Bripka Puguh mempunyai terobosan baru bagi anak asuhnya di Yayasan Difabel tersebut, yaitu pelatihan Ecoprint. Ecoprint adalah salah satu tehnik membuat pola di atas kain dengan bahan bahan alami termasuk proses pewarnaannya.

Adapun bahan bahannya seperti daun Jati, daun kersen, daun jarak merah, daun singkong, daun ketela, daun kamboja, serta dedaunan lainnya yang dipandang mempunyai motif yang indah.

Sedangkan untuk pewarnanya adalah dari pewarna alami dengan bahan baku kayu secang atau akar mengkudu ataupun kulit mahoni.

Saat ini untuk kegiatan Yayasan Blora Selatan menempati gedung bangunan yang dulunya Sekolah Dasar 5 Wulung Randublatung, daripada tidak terpakai maka pihak Yayasan mengajukan permohonan kepada Pemkab untuk memakai gedung tersebut.

Baca Juga :  Gelar Apel Kebangsaan Kapolda Jateng Dan Gubenur Ajak Anak Bangsa Jaga Kerukunan

Dengan sabar Bripka Puguh mengajari tehnik ecoprint bersama dengan guru guru lainnya. Setiap anak berkebutuhan khusus mulai dari tuna rungu, tuna wicara, tuna netra serta lainnya mendapat pelatihan tersebut.

Bripka Puguh menjelaskan yang paling sulit adalah saat mengajarkan tehnik tersebut kepada anak anak tuna netra, karena dengan kebutuhan khusus tersebut untuk tehnik ecoprint butuh bimbingan ekstra.

Anak-anak difable menerima Bripka Puguh menjadi sosok Polisi sahabat bagi anak difable untuk belajar bersama (Foto:Istimewa)

“Intinya harus sabar, sejak awal sudah saya niatkan untuk mengabdi kepada mereka. Sengaja saya pilih tehnik ecoprint ini, harapannya kelak saat mereka dewasa bisa menjadi bekal mereka, siapa tahu bisa dikembangkan hingga menjadi batik ecoprinting,” ungkap Bripka Puguh.

Selain mengajarkan tehnik Ecoprinting kepada anak anak disabilitas, Bripka Puguh juga mengajari para orang tua mereka namun dengan tehnik yang berbeda. Jika anak anak diajari ecoprint dengan tehnik Founding, maka ibu ibu diajari dengan metode kukus.

“Jadi saat para orang tua menunggu anaknya sekolah, mereka juga mendapatkan pelatihan harapannya semoga bermanfaat, paling tidak bisa menambah pengalaman mereka,” beber Bripka Puguh.

Kalau Kapolri punya Program PRESISI, disini kami bersama anak anak disabilitas Yayasan Insan Mandiri Blora Selatan punya Ecoprint PRESISI yaitu di Pres dari segala sisi, karena proses pembuatannya dengan menekan dari semua sisi.

Pembelajaran Tehnik Ecoprint tersebut mendapat apresiasi positif dan tanggapan yang bagus dari pihak Yayasan Insan Mandiri Blora.

Usai pelatihan, inilah hasil dari tehnik ecoprint yang telah dilakukan oleh anak anak difabel (Foto:Istimewa)

Bahkan Kepala Yayasan Intan Sari, mengatakan ini adalah terobosan yang luar biasa. “Mungkin bagi kita yang normal hal ini adalah biasa, namun bagi anak anak yang berkebutuhan khusus ini adalah suatu hal yang luar biasa. Dan tentunya sangat bermanfaat bagi mereka. Kami mewakili yayasan mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama, yang telah mendukung kami, dan tentunya Bripka Puguh yang sudah menjadi bagian dari keluarga besar kami,” ucap Ketua Yayasan Intan Sari.

Seusai pelatihan, digelarlah hasil dari tehnik ecoprint yang telah dilakukan oleh anak anak difabel tersebut. Dan hasilnya luar biasa. Nampak indah dengan berbagai motif dari daun daun khas pedesaan, dan itu adalah hasil dari anak disabilitas. (J02/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Kudus Mulai Terapkan Sistem Bansos Berbasis AI, Data Penerima Disisir Lebih Akurat
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bantu Warga di Tengah Ekonomi Sulit, Lindu Aji Kudus Bagikan 300 Paket Sembako
Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II
Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:01 WIB

148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Kudus Mulai Terapkan Sistem Bansos Berbasis AI, Data Penerima Disisir Lebih Akurat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Bantu Warga di Tengah Ekonomi Sulit, Lindu Aji Kudus Bagikan 300 Paket Sembako

Berita Terbaru