Jurnalpantura.id, Kudus – Bencana banjir masih membawa dampak besar bagi warga Kabupaten Kudus. Ratusan keluarga terpaksa meninggalkan rumah yang terendam air, aktivitas ekonomi terhenti, dan anak-anak harus berhenti dari kegiatan sekolah.
Kondisi tersebut mendorong Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton untuk rutin turun langsung ke sejumlah posko pengungsian.
Kunjungan ini dilakukan guna memastikan para korban banjir mendapatkan pelayanan dan bantuan yang layak.
Saat meninjau Posko Pengungsian Desa Jati Wetan pada Senin malam, 19/1/2026, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton mengaku senang melihat berbagai aktivitas positif yang diikuti para pengungsi, khususnya anak-anak.
Bellinda menyebut, di posko tersebut tersedia layanan terapi healing yang melibatkan psikolog klinis dari RS Mardi Rahayu.
“Anak-anak diberikan kegiatan edukatif dan permainan, sementara orang dewasa juga difasilitasi dengan aktivitas agar tidak jenuh selama berada di Pengungsian,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bellinda turut berinteraksi langsung dengan anak-anak yang tengah mewarnai serta menyaksikan permainan kelompok yang dipandu oleh psikolog dari Legawa Mental Healthcare Kudus.
“Harapannya kegiatan ini mampu mengurangi potensi trauma akibat bencana banjir,” tuturnya.
Selain fokus pada kesehatan mental, Bellinda memastikan kondisi fisik para pengungsi terus dipantau oleh petugas medis dari puskesmas dan rumah sakit.
Pemerintah daerah juga menjamin ketersediaan kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan perlengkapan lainnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jati Wetan Agus Susanto menyampaikan bahwa sebanyak 192 warga saat ini mengungsi di posko desa.
Ia menambahkan, genangan banjir di wilayahnya kembali meningkat hingga mencapai satu meter di beberapa dukuh, dengan dapur umum menyiapkan sekitar 2.000 porsi makanan setiap hari bagi warga terdampak, baik yang mengungsi maupun yang bertahan di rumah. (J05/A01)










