Jurnalpantura.id, Kudus – Ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional (FLS3N) Tahun 2025 jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kudus resmi berakhir pada Kamis, 3/7/2025.
Kegiatan yang digelar selama dua hari tersebut sukses menjaring para juara dari berbagai cabang lomba, baik seni rupa, sastra, maupun pertunjukan. Gelaran ini menjadi wadah unjuk bakat siswa-siswi Kudus di bidang seni dan literasi.
Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus telah mengumumkan para pemenang dari tujuh cabang lomba jenjang SD dan delapan cabang lomba jenjang SMP.
Para pemenang ini akan langsung mewakili Kudus di ajang FLS3N tingkat nasional. Hal ini dikarenakan tahun ini tidak ada seleksi di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Maulana Majid, menyampaikan bahwa pelaksanaan FLS3N tingkat nasional akan dilakukan secara daring.
“Tahun ini di provinsi tidak ada. Untuk juara kabupaten akan langsung ke tingkat nasional, nanti dilakukan secara daring, jadi akan mengirimkan video masing-masing cabang lomba ke tingkat nasional,” ujar Majid, Jumat, 4/7/2025.
Batas akhir pengiriman materi lomba ke panitia nasional adalah 14 Juli 2025. Oleh karena itu, para juara di tingkat kabupaten saat ini sedang mempersiapkan penampilan terbaik mereka.
Disdikpora Kudus berharap, para peserta dapat membawa nama baik daerah dengan meraih prestasi di tingkat nasional.
Untuk jenjang SD, perwakilan Kudus antara lain berasal dari SD 1 Jekulo (gambar ekspresi), SD IT Al Islam (menyanyi solo dan mendongeng), SD Ya Ummi Fatimah (menulis cerita), SD 1 Prambatan Lor (pantomim), SD 6 Getassrabi (seni tari), dan SD 1 Barongan (seni kriya).
Sedangkan untuk jenjang SMP, perwakilan antara lain dari SMP Keluarga (ansambel campuran), SMP 2 Kudus (ilustrasi dan menyanyi solo), SMP 1 Kudus (mendongeng), SMP 1 Gebog (pantomim), SMP 1 Bae (menulis cerita), SMP 1 Dawe (tari kreasi), dan SMP 1 Jati (kreativitas musik tradisional).
Kepala SMP 1 Jati, Sumaryatun, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan tim dengan maksimal untuk cabang kreativitas musik tradisional. Tahun lalu, sekolahnya berhasil menjadi juara di tingkat kabupaten, namun belum beruntung di provinsi.
“Kita mempersiapkan FLS3N Kabupaten Kudus selama tiga bulan, harapannya nanti mendapatkan juara lagi,” ujarnya optimis. (J05/A01)










