Kudus Bakal Miliki SMP Internasional Baru, Padukan Kurikulum Nasional dan Cambridge

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disdikpora Kudus melakukan verifikasi lapangan terkait rencana SMP Internasional YPI Raden Umar Said. (Foto: Istimewa)

Disdikpora Kudus melakukan verifikasi lapangan terkait rencana SMP Internasional YPI Raden Umar Said. (Foto: Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Raden Umar Said Kudus terus mengembangkan layanan pendidikan dengan membuka jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Internasional.

Kehadiran sekolah baru ini menjadi langkah lanjutan yayasan dalam menyiapkan pendidikan berkesinambungan bagi generasi muda, setelah sebelumnya dikenal melalui SMK Raden Umar Said yang berfokus pada industri kreatif.

Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus telah melakukan visitasi lapangan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta kelengkapan standar operasional sebelum izin penyelenggaraan diterbitkan.

Kasi Kurikulum Disdikpora Kabupaten Kudus, Maulana Majid, mengatakan kehadiran SMP Internasional menjadi tambahan pilihan pendidikan bagi masyarakat Kudus.

Menurutnya, sekolah tersebut juga dapat memperkuat kualitas pendidikan di daerah melalui kolaborasi dengan berbagai institusi.

“Kami menyambut baik hadirnya sekolah internasional di Kudus. Ini adalah salah satu upaya memperkuat ekosistem pendidikan berkualitas, sekaligus memperluas pilihan bagi masyarakat,” ujar Majid saat visitasi, Rabu, 1/7/2026.

Ia berharap keberadaan sekolah tersebut mampu mencetak lulusan yang memiliki daya saing global tanpa meninggalkan karakter dan nilai-nilai budaya lokal. Dengan begitu, kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kudus dapat terus meningkat.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Raden Umar Said Kudus, Azhar Latif, menjelaskan pendirian SMP Internasional merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam membangun pendidikan jangka panjang.

Menurutnya, pendidikan menjadi investasi penting untuk mempersiapkan generasi masa depan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Baca Juga :  BPJS Kudus Jamin Layanan Peserta JKN-KIS Tetap Aman Selama Libur Nataru

“SMP Internasional ini merupakan wujud komitmen kami untuk berkolaborasi dengan orang tua, guru, siswa, termasuk pemerintah agar tercipta ekosistem pendidikan yang baik, terutama di daerah kami,” kata Azhar.

Ia menjelaskan, sekolah tersebut akan mengombinasikan Kurikulum Nasional dengan Kurikulum Cambridge agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar berstandar internasional.

Selain itu, proses pembelajaran akan menggunakan sistem bilingual dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Tak hanya menitikberatkan pada akademik, SMP Internasional Raden Umar Said juga menyediakan tiga konsentrasi pembelajaran, yakni Tahfidz, Teknologi Informasi, dan Vokasional.

Program tersebut dirancang untuk mengembangkan kemampuan siswa sesuai minat sekaligus menjawab kebutuhan dunia kerja di masa depan.

Azhar menambahkan, kurikulum vokasional di SMP akan terhubung dengan program unggulan di SMK Raden Umar Said, seperti animasi, desain komunikasi visual (DKV), serta pengembangan perangkat lunak dan gim (PPLG).

Dengan konsep tersebut, siswa diharapkan dapat mengenal dunia industri kreatif sejak dini.

“Kami ingin membangun jembatan pendidikan yang kokoh, di mana minat siswa pada teknologi dan vokasi sudah dibina sejak jenjang menengah pertama dengan standar internasional,” jelasnya.

YPI Raden Umar Said optimistis SMP Internasional dapat segera beroperasi setelah izin penyelenggaraan diterbitkan.

Sekolah ini nantinya akan membuka kesempatan bagi lulusan SD/MI sederajat yang ingin memperoleh pendidikan modern, religius, serta berorientasi pada penguasaan teknologi dan kompetensi global. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru