Koperasi Dorong Pertumbuhan Sektor Pertanian dan UMKM di Kudus

- Jurnalis

Kamis, 1 Agustus 2024 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jendral Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) RI, Sarjono Amsan dalam kegiatan diskusi dan pelatihan pengembangan Koperasi (Foto:JP)

Sekretaris Jendral Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) RI, Sarjono Amsan dalam kegiatan diskusi dan pelatihan pengembangan Koperasi (Foto:JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Selama ini koperasi hanya dipahami oleh masyarakat sebagai lembaga simpan pinjam atau peminjaman modal.

Padahal, lebih dari itu, koperasi diharapkan dapat menjadi perkumpulan bersama yang mendukung kemandirian anggota dan ikut memberdayakan masyarakat sekitar.

Hal itu dipaparkan oleh Sekretaris Jendral Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) RI, Sarjono Amsan dalam kegiatan diskusi dan pelatihan pengembangan koperasi bagi anak muda yang berlangsung di Warkoba, Desa Dersalam Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Rabu 31/07/2024.

Diskusi ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kelompok, di antaranya Komunitas Kampung Buadaya Piji Wetan, Komunitas Jb Motor Second, Komunitas Konten Kreator, Koperasi Mahasiswa, hingga kelompok industri kreatif.

Sarjono mengungkapkan, koperasi seharusnya didesain berdasarkan kebutuhan anggotanya. Mengembalikan fungsi koperasi dinilai penting supaya tidak terjadi disfungsi koperasi sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat.

“Urgensinya, koperasi yang sehat itu bisa ikut menekan biaya pengeluaran anggota dan secara panjang ikut mensejahterakan anggotanya,” ujar Sarjono.

Dia melihat, saat ini koperasi banyak yang beralih fungsi hanya sebagai koperasi simpan pinjam atau pemberian modal. Bahkan, kata dia, koperasi sudah berperan menyerupai sistem bank yang kurang mendukung masyarakat kecil.

“Padahal, koperasi yang benar itu menyangkut hajat orang banyak, koperasi yang sesuai kebutuhan orang, dikelola anggota dan hasilnya untuk anggota,” ungkapnya.

Ia pun menegaskan, pengembangan koperasi tidak boleh bertumpu pada tingginya pemodal. Melainkan dengan memperbanyak anggota dan pelaku UMKM.

Baca Juga :  Gathering bersama PWI dan IJTI di Kudus, Pura Group Ajak Wartawan Fun Shooting

“Koperasi dimiliki oleh anggota, sehingga basis kebutuhannya juga seusai anggotanya,” tambah Sarjono.

Sementara itu, Ketua Badan Koperasi Pemuda Koperasi (BKPK) Nur Khalim Mahmudi menyampaikan bahwa gerakan koperasi perlu merambah ke generasi muda, khususnya di Kabupaten Kudus.

Menurutnya, Kudus mempunyai banyak potensi yang bisa dikembangkan melalui pemberdayaan koperasi, di antaranya koperasi pertanian dan UMKM.

“Koperasi bisa jadi pilar ekonomi masyarakat bilamana dikembangkan dengan baik, ada potensi di setiap daerah yang tentu bisa menjadi nilai tambah untuk masyarakat,” ujar Khalim.

Ia menyontohkan, pengelolaan kopi di Lereng Muria dapat didorong lebih maksimal melalui pengolahan kopi berkualitas. Sehingga, dengan itu para petani kopi akan ikut berdaya lantaran tidak hanya memasarkan kopi dengan sistem tradisional.

“Petani tidak lagi bergantung ke sistem petik hijau. Tetapi bisa diolah, dipasarkan ke kedai-kedai yang sudah merebak di Kudus,” sebutnya.

Begitu pun potensi lain seperti Jenang Kudus, nanas, atau desa wisata. Dengan adanya koperasi desa, diharapkan ikut mendorong pengembangan desa wisata yang ada di Kabupaten Kudus.

“Dari sini tentu bisa ikut mendorong produktivitas, membantu pelaku UMKM, pengembangan desa wisata, hingga pelibatan kerjasama antar koperasi,” jelas Khalim. (J02/A01)

Berita Terkait

Pengurus KDKMP Kudus Khawatir Terjerat Masalah Hukum, Minta Pendampingan Pemkab
Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II
Belum Beroperasi, Dua Bentor KDKMP Prambatan Kidul Ditemukan Akinya Drop
Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman
Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan
Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477
Kudus Fashion on the Street Meriah, Produk Fesyen Lokal Jadi Sorotan
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Pengurus KDKMP Kudus Khawatir Terjerat Masalah Hukum, Minta Pendampingan Pemkab

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Belum Beroperasi, Dua Bentor KDKMP Prambatan Kidul Ditemukan Akinya Drop

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman

Minggu, 27 September 2026 - 11:39 WIB

Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan

Berita Terbaru