Ketua PKK Kudus Pantau Langsung Balita Stunting, Perkuat Pendampingan Menuju Zero Stunting

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam'ani Intakoris, turun langsung mengunjungi rumah balita yang mengalami stunting di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Rabu, 22/7/2026. (Foto: J05)

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam'ani Intakoris, turun langsung mengunjungi rumah balita yang mengalami stunting di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Rabu, 22/7/2026. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, turun langsung mengunjungi rumah balita yang mengalami stunting di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Rabu, 22/7/2026.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus memastikan program pendampingan bagi balita stunting berjalan sesuai target.

Dalam kegiatan itu, Endhah didampingi tim dari RS Mardirahayu, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kudus, serta Dinas Sosial P3AP2KB. Mereka menyambangi dua dari enam balita yang menjadi sasaran Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) di Kecamatan Jati.

Selama kunjungan, tim melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar lengan atas, hingga lingkar kepala.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari evaluasi rutin untuk memantau perkembangan kondisi anak selama masa pendampingan.

Endhah mengatakan, meski prevalensi stunting di Kabupaten Kudus terus mengalami penurunan, upaya pendampingan harus tetap dilakukan agar hasil yang telah dicapai dapat dipertahankan.

Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam percepatan penanganan stunting.

“Meskipun di Kabupaten Kudus sendiri stunting sudah menurun banyak, tapi kita tetap harus mengawal. Kegiatan kali ini merupakan kelanjutan pendampingan bersama RS Mardirahayu terhadap enam anak di Kecamatan Jati,” ujar Endhah.

Baca Juga :  Rayakan Hari Kartini, Program Deteksi Dini Kanker Serviks Gratis Hadir di 19 Puskesmas se-Kudus

Di rumah pertama yang berada di RT 1 RW 2 Desa Jati Wetan, tim memeriksa Sapdo Pamungkas yang berusia dua tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan berat badan anak tersebut mencapai 11,4 kilogram dengan tinggi badan 78 sentimeter.

Sementara di lokasi kedua, tim memeriksa Felicia Salsabila Nadhifa yang juga berusia dua tahun dengan hasil berat badan 8,7 kilogram dan tinggi badan 78 sentimeter.

Endhah menjelaskan, perkembangan setiap anak akan terus dipantau dalam beberapa bulan ke depan melalui pemeriksaan berkala.

Setiap kunjungan akan dievaluasi berdasarkan perubahan berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, dan lingkar kepala sebagai indikator keberhasilan program pendampingan.

“Untuk Felicia, kemarin sempat sakit sehingga berat badannya turun. Nanti akan terus kita kawal bersama puskesmas dan rumah sakit agar kondisinya terus membaik,” katanya.

Ia menambahkan, program jemput bola tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus dalam mewujudkan target Zero Stunting.

Saat ini angka stunting di Kudus disebut telah turun dari sekitar 13 persen menjadi 3,7 persen. Meski demikian, Kecamatan Dawe masih menjadi wilayah yang memerlukan perhatian khusus sehingga edukasi mengenai pola asuh serta pemenuhan gizi seimbang terus digencarkan kepada masyarakat. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru