Ketua DPRD Demak Ajak Santri Jadi Pelopor Anti Kekerasan dan Bullying

- Jurnalis

Kamis, 20 Juli 2023 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendidikan politik dan wawasan kebangsaan di Pondok Pesantren As Salam Desa Bonangrejo, Kecamatan Bonang, Demak. (Foto:J02)

Pendidikan politik dan wawasan kebangsaan di Pondok Pesantren As Salam Desa Bonangrejo, Kecamatan Bonang, Demak. (Foto:J02)

Jurnalpantura.id, Demak – Perundungan atau bullying dalam beberapa tahun terakhir ini ramai menjadi perhatian sejumlah pihak. Bullying tidak hanya menimpa anak-anak saja namun juga bisa terjadi di kalangan anak muda maupun dewasa.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Demak Fahrudin Bisri Slamet saat menjadi narasumber pendidikan politik dan wawasan kebangsaan yang mengusung tema “Pesantren sebagai Pelopor Anti Kekerasan dan Anti Bullying” pada Senin (17/7/2023).

“Jangan saling membully. Mari kita hargai setiap perbedaan. Jangan membenci apabila beda pendapat. Mari kita saling mengasihi dan menyayangi sesama teman,” katanya.

Kegiatan diikuti puluhan santri putri dan putra asuhan KH Nasocha di Pondok Pesantren As Salam Desa Bonangrejo, Kecamatan Bonang, Demak itu, dibuka oleh Kepala Kesbngpol Demak Kendarsih Iriani.

Selain Fahrudin Bisri Slamet yang akrab disapa FBS, juga menghadirkan narasumber dan Kusfitria Marstyasih Fasilitas Nasional Program Roots (Anti Bullying/Anti Perundungan) Kemendikbudristek RI.

Baca Juga :  Jembatan Apung Setro Waru Penghubung Kudus-Demak Resmi Dibuka

Dalam kesempatan itu, FBS juga mengajak para santri agar bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan senantiasa berbuat baik dimanapun berada, terutama di lingkungan pondok dan sekitarnya.

“Gunakan waktu sebaik baiknya, kalau di pesantren yang pinter ngajinya. Jangan ngrasani dan membully,” ujar FBS.

Sementara itu, Kusfitria mengajak para santri di pondok pesantren agar ikut menyuarakan kampanye anti bullying atau perundungan. Oleh karenanya, pemahaman serta pengetahuan tentang bullying penting disampaikan kepada para santri dan pengasuh di pondok pesantren.

Menurutnya, bila bullying terus-menerus dilakukan dan tidak ada pengawasan dari orang-orang sekelilingnya di lingkungan pondok pesantren, maka dapat menjadi kebiasaan yang dampaknya bisa merugikan warga pesantren.

“Jangan sampai hanya karena ketidaktahuan para santri dan pengasuh pesantren, kadang mereka tidak menyadari sedang melakukan perilaku bullying terhadap sesama santri,” katanya. (J05/A01)

Berita Terkait

Musthofa Dorong Kepemimpinan Berlandaskan Pancasila di Kalangan Pelajar
Pemkab Kudus Hadirkan Abu Tholut untuk Edukasi Generasi Muda soal Radikalisme
Pemkab Kudus Dorong PKK Jadi Garda Terdepan Tanamkan Nilai Kebangsaan dari Lingkungan Keluarga
Pemkab Kudus Umumkan Nama 64 Calon Paskibraka 2026, Dua Lolos ke Tingkat Provinsi
Dua Putra-Putri Terbaik Kudus Berhasil Gabung Calon Paskibraka 2026 Jawa Tengah
Seleksi Paskibraka Kudus 2026 Masuk Tahap Tes Parade, 159 Peserta Jalani Pemeriksaan Ketat
221 Peserta Ikuti Tes Kesehatan Seleksi Paskibraka Kudus 2026, Standar Tinggi Badan Diturunkan
Ratusan Pelajar Ikuti Tes Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Paskibraka Kudus 2026
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 16:44 WIB

Musthofa Dorong Kepemimpinan Berlandaskan Pancasila di Kalangan Pelajar

Rabu, 16 September 2026 - 14:25 WIB

Pemkab Kudus Hadirkan Abu Tholut untuk Edukasi Generasi Muda soal Radikalisme

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:12 WIB

Pemkab Kudus Dorong PKK Jadi Garda Terdepan Tanamkan Nilai Kebangsaan dari Lingkungan Keluarga

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:11 WIB

Pemkab Kudus Umumkan Nama 64 Calon Paskibraka 2026, Dua Lolos ke Tingkat Provinsi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:56 WIB

Dua Putra-Putri Terbaik Kudus Berhasil Gabung Calon Paskibraka 2026 Jawa Tengah

Berita Terbaru