Jurnalpantura.id, Kudus – BRI Cabang Kudus menghadirkan kemeriahan barongsai di Arena Dandangan untuk menghibur para pengunjung yang datang, Jumat, 13/2/2026. Acara ini juga sebagai ajang sosialisasi transaksi digital QRIS.
Momentum budaya tahunan yang digelar dalam rangka menyambut Bulan Ramadan di Kabupaten Kudus tersebut, dimanfaatkan BRI untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan bagi pelaku UMKM melalui pemanfaatan QRIS.
Pimpinan Cabang BRI Kudus, Yudiarto, mengatakan Dandangan menjadi momen strategis untuk mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.
“Dandangan merupakan salah satu budaya utama di Kudus dan memberikan efek luar biasa bagi masyarakat. Event ini gaungnya sudah nasional. Karena itu kami hadir untuk mendorong transaksi dan literasi keuangan UMKM,” ujarnya.
Ia menjelaskan, persoalan klasik UMKM bukan hanya permodalan, tetapi juga pencatatan keuangan yang belum tertata. Hal itu kerap menjadi kendala saat pelaku usaha ingin mengakses pembiayaan dari perbankan.
“Dengan adanya QRIS, transaksi cashless langsung masuk rekening. Itu bisa menjadi validasi perbankan dan membantu memperbaiki administrasi usaha mereka. Jadi bukan sekadar alat bayar, tapi membuka akses permodalan,” jelasnya.
Menurutnya, pembuatan QRIS kini semakin mudah melalui aplikasi BRI Merchant dan dapat dilakukan secara gratis tanpa harus datang ke kantor cabang. Namun, pedagang tetap harus memiliki rekening agar transaksi dapat tercatat.
“Kalau belum punya rekening tentu harus dibuatkan dulu. Ini untuk membantu teman-teman pedagang agar lebih siap secara administrasi. Target kami seluruh UMKM di sini teredukasi dan menggunakan QRIS,” tegasnya.
Sementara itu, Managing Director Manajemen Dandangan 2026, Anjas Pramono, menyebut antusiasme masyarakat tahun ini sangat tinggi. Berdasarkan pantauan drone, lonjakan pengunjung terlihat signifikan.
“Semalam saja mungkin tembus 5.000 pengunjung. Jalan sampai tidak bisa dilewati karena saking ramainya. Alhamdulillah manajemen acara berjalan lancar,” katanya.
Anjas juga mendukung kolaborasi dengan perbankan dalam mendorong sistem pembayaran digital.
“Kami mendukung literasi keuangan bagi UMKM. Dengan sistem cashless, transaksi lebih praktis dan aman. Harapannya Dandangan bukan hanya ramai pengunjung, tapi juga berdampak maksimal terhadap perputaran ekonomi masyarakat,” tandasnya. (J05/A01)










