Kasus Stunting Hanya Turun 0,01 Persen di Kudus pada Pertengahan Tahun 2024

- Jurnalis

Selasa, 30 Juli 2024 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Pengukuran lingkar kepala anak. (Foto:J05)

Ilustrasi. Pengukuran lingkar kepala anak. (Foto:J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Kabupaten Kudus mencatat sebanyak 2.367 balita mengalami stunting di sepanjang tahun 2024 atau Januari hingga Juni 2024. Kasus tersebut tercatat dalam sistem Elektonik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

“Stunting di Kudus ada 2.367 kasus dari sasaran 58.539 balita, artinya 4,04 persen balita di Kudus itu mengalami stunting,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Revlisianto Subekti dalam acara Rembuk Stunting di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa, 30 Juli 2024.

Pihaknya menerangkan, kasus stunting yang terjadi hingga Juni 2024 tersebut, tercatat hanya mengalami penurunan 0,01 persen dibanding tahun sebelumnya, atau ada sebanyak 4,05 persen balita yang mengalami stunting di tahun 2023.

“Jadi ini perlu upaya lebih keras lagi agar penurunan stunting di Kudus bisa dilakukan dengan maksimal. Tentunya dengan melibatkan semua pihak, baik itu dari pemerintah, fasilitas kesehatan, keluarga, perusahaan tempat bekerja,” tambahnya.

Baca Juga :  Musim Haji 2025 Sepi Pesanan, Produksi Boneka Unta di Kudus Merosot 60 Persen

Adapun upaya yang dilakukan, sambung Revli, di antaranya dengan pengelolaan pelayanan gizi masyarakat, penguatan kegiatan penyuluhan, pengelolaan lingkungan yang sehat, pembinaan pelayanan KB, serta pengelolaan pelayanan kesehatan bayi baru lahir.

“Dengan begitu, harapan kita bisa menurunkan angka stunting di Kudus minimal sesuai target nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat,” tambahnya.

Adapun target nasional untuk stunting pada tahun 2024, ditetapkan maksimal 14 persen dari jumlah balita yang ada di suatu daerah. Target tersebut ditetapkan berdasarkan data hasil Survei Status Gizi Nasional (SSGI) yang dilakukan Kementerian Kesehatan.

“Untuk tahun 2024 ini belum keluar datanya, kalau tahun 2023 kemarin capaian di Kudus ada 15,7 persen balita yang stunting. Harapan kita tahun ini bisa turun menjadi 14 persen,” tuturnya. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 296 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru