Jurnalpantura.id, Kudus – Ratusan mahasiswa baru Universitas Muhamadiyah Kudus (UMKU) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Rabu 11/09/2024 di Lt 1 Gedung Crystal Building UMKU.
PKKMB 2024 mengusung tema “Mewujudkan Mahasiswa Berkarakter, Unggul, Inivatif, Adaptif Dan Peduli Menuju Indonesia Emas 2045”.
Rektor UMKU Dr. Edy Soesanto dihadapan 470 mahasiswa baru menyampaikan bahwa dari 20 program study di UMKU Tahun Akademik 2024/2025 mengikuti
PKKMB sebagai langkah mengadaptasikan lingkungan bagi mahasiswa baru.
“Pada PKKMB 2024, dihadirkan narasumber dari eksternal dari berbagai praktisi diharapkan akan mampu menambah wawasan mahasiswa baru,” ujar Dr. Edy Soesanto.
Salah satu narasumber yang dihadirkan yakni Kapolsek Kudus Kota Iptu Subkhan.
Kapolsek Kudus Kota menyampaikan materi dengan tema Pencegahan Penyebaran Paham Yang Bertentangan Dengan Ideologi Negara Dan Pembentukan Karakter Mahasiswa.
“Kenali diri dengan segala potensi kekuatan dan kelemahannya, sehingga pada akhirnya akan mampu memaksimalkan kekuatan dan peluang yang ada,” ujar Iptu Subkhan mengawali materinya.
“Dengan itu semua, mahasiswa dapat meminimalisir kelemahan dan ancaman dalam setiap menghadapi tantangan ke depan,” terangnya.
Selanjutnya, Mahasiswa adalah tumpuan perubahan di masa yang akan datang yang tentunya mau tidak mau harus siap menghadapi segala permasalahan sosial dan permasalahan yang dihadapi bangsa dan negara ke depan.
Lebih lanjut Iptu Subkhan menjelaskan bahwa ada beberapa permasalahan yang harus disadari dan disikapi secara serius karena berpotensi mengancam kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara di masa yang akan datang.
“Masih adanya ancaman penyebaran paham radikal melalui berbagai bentuk media dan cara, jangan sampai generasi muda kita terpapar karena masa depan bangsa ada di tangan pemuda saat ini,” kata Subkhan dihadapan mahasiswa baru UMKU.
Dunia remaja kita saat ini, juga perlu perhatian khusus seiring munculnya fenomena-fenomena sosial seperti trend pesta miras, aksi balap liar maupun pemanfaatan kost perjam yang menjamur di tengah masyarakat, sambungnya, penyalahgunaan serta munculnya cosplay yang mengganggu ketentraman masyarakat serta kemunculan ganster yang cenderung mengarah kepada perbuatan tindak pidana.
“Sebagai generasi muda terpilih yang menjadi mahasiswa harus mampu memproteksi dirinya dari hal-hal buruk yang dapat merugikan diri sendiri maupun pihak lain. Dari tiga hal yang mempengaruhi tumbuh kembang pemuda yaitu family other atau keluarga, referensi group atau pertemanan dan significan other atau tokoh idola diketahui faktor referensi group atau pertemanan masih menjadi yang paling dominan, terlebih saat ini dipengaruhi perkembangan tekhnokogi dalam bentuk medsos,” jelas Iptu Subkhan.
Mengakhiri materinya, Iptu Subkhan berpesan agar masing-masing diri mampu membuat bernilai dengan memiliki motivasi menyongsong masa depan dan karakter yang baik serta memiliki banyak kompentensi yang dibutuhkan masyarakat sehingga akan mampu memfilter hal-hal buruk yang mempengaruhinya. (J02/A01)










