Kantongi Akreditasi Unggul, Prodi Ekonomi Syariah UMKU Siap Cetak Lulusan Kompeten di Dunia Usaha

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prodi Ekonomi Syariah UMKU berhasil mengantongi akreditasi unggul. (Foto: Istimewa)

Prodi Ekonomi Syariah UMKU berhasil mengantongi akreditasi unggul. (Foto: Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Program studi (Prodi) S1 Ekonomi Syariah di Fakultas Ekonomi, Pendidikan, dan Hukum (FEPH) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) berhasil meraih Akreditasi Unggul setelah mengikuti rangkaian tahapan hingga asesmen oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajmen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA).

Hasil tersebut tertuang dalam Keputusan LAMEMBA No.123/DE/A.5/LAMEMBA-U/VI/2026 yang menyatakan bahwa Prodi Ekonomi Syariah pada program sarjana UMKU di Kabupaten Kudus terakreditasi Unggul. Keputusan itu pun diterima UMKU pada Rabu, 10/6/2026.

Kaprodi S1 Ekonomi Syariah UMKU, Yunus Mustaqim mengaku sangat bersyukur dengan hasil itu. Setelah mengikuti proses panjang serta persiapan selama setahun terakhir, akhirnya prodi S1 Ekonomi Syariah UMKU dari akreditasi Baik berubah menjadi Unggul.

“Dari tahun 2021 lalu yang masih terakreditasi Baik, lima tahun kemudian kami berusaha maksimal untuk meningkatkan akreditasi hingga akhirnya di tahun 2026 berubah menjadi Unggul,” ujar Yunus.

Ia melanjutkan, predikat Unggul ini membawa dampak dan manfaat yang sangat luas bagi ekosistem akademik di UMKU. Salah satunya, menaikkan level kepercayaan publik terhadap prodi S1 Ekonomi Syariah UMKU.

Selain itu, akreditasi Unggul ini memperluas kesempatan bagi mahasiswa maupun alumni Ekonomi Syariah UMKU dalam mendapatkan pekerjaan.

“Peluang kerja bagi alumni makin terbuka lebar karena kualitas pendidikan Ekonomi Syariah UMKU kini diakui berada di level tertinggi. Hal ini memberikan rasa percaya diri, baik bagi internal prodi maupun bagi mahasiswa itu sendiri,” terangnya.

Baca Juga :  Wisuda 38 Perwira Pelayaran, Essa Irja Satu-satunya Perwira Perempuan

Pencapaian ini terasa semakin spesial mengingat usia Prodi Ekonomi Syariah UMKU terbilang masih sangat belia.

Yunus mengaku sangat bangga dengan hasil ini. Terlebih di umur prodi yang masih sekitar 8 tahun ini, Ekonomi Syariah UMKU sudah mampu meraih predikat Unggul.

“Bagi sebuah prodi baru, ini adalah pencapaian yang luar biasa,” tegas Yunus bangga.

Ia melanjutkan, saat ini prodi Ekonomi Syariah memiliki 120-an mahasiswa aktif. Tren angka pendaftar tiap tahunnya juga meningkat.

Yunus mengungkapkan, kurikulum pendidikan S1 Ekonomi Syariah UMKU didesain agar adaptif terhadap kebutuhan industri, terlebih di bidang finansial dan entrepreneurship berbasis syariah.

Dengan kurikulum tersebut, banyak alumni yang bekerja di berbagai sektor strategis. Mulai dari dunia perbankan, lembaga keuangan mikro syariah, hingga Lembaga Amil Zakat (LAZ). Tidak sedikit pula alumni yang sukses membuka lapangan pekerjaan sendiri secara mandiri.

Meski kini telah berhasil mengamankan predikat tertinggi di level nasional, langkah prodi S1 Ekonomi Syariah UMKU dipastikan tidak akan berhenti sampai di sini.

Yunus menegaskan, target jangka pendek mereka adalah menguatkan dan mempertahankan kualitas keunggulan yang sudah digenggam saat ini. Sementara untuk jangka panjang, Ekonomi Syariah UMKU berusaha meningkatkan level prodi ke jenjang lebih tinggi.

“Setelah Unggul, langkah kami menguatkan dan mempertahankan keunggulan yang sudah didapatkan ini. Kami juga akan meningkatkan ke jenjang yang lebih tinggi, akreditasi Internasional,” pungkasnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:01 WIB

148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru