Jeroan Kerbau Kurban di Masjid Agung Kudus Ditemukan Cacing Hati, Daging Dipastikan Tetap Aman

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jeroan hewan kurban di Masjid Agung Kudus direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan. (Foto: JP)

Jeroan hewan kurban di Masjid Agung Kudus direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Petugas kesehatan hewan (Pekeswan) menemukan adanya cacing hati pada satu ekor kerbau kurban di Masjid Agung Kudus saat proses penyembelihan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah, Kamis, 28/5/2026.

Temuan tersebut terjadi ketika petugas melakukan pemeriksaan jeroan hewan setelah proses penyembelihan berlangsung.

Meski ditemukan parasit pada organ hati, pihak petugas memastikan bahwa daging dari kerbau tersebut tetap aman untuk dibagikan dan dikonsumsi oleh masyarakat.

Organ yang terinfeksi langsung dipisahkan dan tidak ikut didistribusikan dalam pembagian daging kurban.

Dokter Hewan UPTD Rumah Potong Hewan Kudus, drh Erman Satya Nugraha, membenarkan temuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa cacing hati hanya ditemukan pada satu organ dan tidak menyebar ke bagian daging lainnya.

“Sejauh ini ditemukan cacing hati pada satu kerbau, tapi jeroannya sudah dipisah, dan organnya sudah dibuang,” ujarnya saat ditemui di lokasi penyembelihan.

Erman menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak memengaruhi kualitas daging secara keseluruhan. Menurutnya, bagian daging tetap layak konsumsi karena tidak terkontaminasi penyakit yang berbahaya bagi manusia.

Baca Juga :  Kinerja Positif Kudus, Bupati Sam’ani Beri Skor 71 untuk Tahun Pertama Kepemimpinan

“Daging tetap dibagi, karena memang tidak ada masalah, yang penting organ hatinya sudah dipisah,” katanya.

Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan secara ketat mulai dari sebelum penyembelihan hingga pemeriksaan organ dalam setelah hewan dipotong. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat.

Pemeriksaan awal dilakukan secara visual dan fisik untuk mendeteksi adanya gejala penyakit menular atau kondisi tidak normal pada hewan kurban sebelum dinyatakan layak sembelih.

Selain itu, petugas juga mengawasi proses penanganan daging kurban agar tetap higienis, termasuk pemisahan antara darah, limbah, dan bagian jeroan untuk mencegah kontaminasi silang.

Erman menjelaskan bahwa jeroan hewan kurban di Masjid Agung Kudus juga diperlakukan khusus dengan cara direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada masyarakat sebagai upaya menjaga keamanan pangan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mencuci daging kurban sebelum disimpan di freezer. Daging disarankan langsung disimpan dalam kondisi bersih dan dipisahkan dari jeroan untuk menjaga kualitas dan ketahanannya sebelum diolah lebih lanjut. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru