JurnalPantura.id, Kudus – Persiku Kudus mulai memanaskan mesin menjelang bergulirnya Liga 2 musim 2025. Pada Minggu sore ini (15/6/2025) di Stadion Wergu Wetan Kudus, tim kembali melakukan seleksi sebagai bagian dari tahap awal persiapan menuju kompetisi resmi.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting, menandai langkah serius manajemen dalam membentuk skuad yang lebih solid dan kompetitif usai dilakukannya seleksi di Jakarta beberapa waktu lalu.
Direktur PT Relasi Sport Muria Indonesia, Abdul Fuad Amirul Adha, menyampaikan bahwa latihan perdana kali ini memang difokuskan untuk menjaring dan memantau performa pemain lokal.
“Target kita memang ingin memberi ruang sebesar-besarnya untuk pemain lokal. Ini menjadi edisi pertama seleksi terbuka di Kudus setelah sebelumnya kita juga melakukan proses di Jakarta,” jelas Fuad.
Untuk musim ini, Persiku menargetkan skuad berisi 27 hingga 30 pemain, yang terdiri dari campuran pemain lokal dan luar kota.
Saat ini, sudah ada 14 pemain dalam status prakontrak yang telah menandatangani komitmen eksklusif bersama klub.
“Prakontrak artinya mereka sudah terikat dengan Persiku dan tidak bisa dikontrak klub lain. Semua posisi sudah hampir terisi, dan akhir bulan ini kemungkinan pemain tambahan akan masuk,” ujarnya.
Fuad juga menekankan bahwa manajemen kini jauh lebih selektif, khususnya setelah pengalaman musim lalu. Ia menuturkan bahwa kini setiap pemain tidak hanya melalui tes medis, tetapi juga cek fisik lapangan guna memastikan kesesuaian stamina dan performa aktual.
“Musim lalu kami kecolongan. Secara medis sehat, tapi di lapangan ternyata tidak siap. Tahun ini kami lebih hati-hati,” tegasnya.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah keputusan klub tidak memperpanjang kontrak Kapten Jajang Mulyana. Menurut Fuad, ini merupakan bagian dari strategi efisiensi keuangan tim.
“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Jajang. Pengalamannya luar biasa, tapi karena efisiensi anggaran, kami tidak bisa mempertahankan pemain dengan nama besar,” jelasnya.
Manajemen kini mengadopsi pendekatan seperti yang dilakukan klub-klub daerah lain, seperti Persijap Jepara yakni mencari pemain bermental pejuang, ngotot, dan bersedia bekerja keras, meskipun tanpa embel-embel popularitas.
“Yang kami cari adalah pemain yang mau kerja keras, karakter kuat, sesuai kebutuhan pelatih. Bukan sekadar nama besar,” katanya.
Dalam hal ini, pelatih tim dikabarkan ingin memperkuat lini sayap dan tengah, dan mengutamakan karakter pemain agresif yang tidak cepat menyerah.
Untuk pemain asing, Fuad menyebut saat ini masih dalam tahap analisis video dan belum ada prakontrak yang diteken.
Sementara itu, fokus rekrutmen saat ini justru diarahkan pada pemain U-20, sesuai regulasi liga yang mewajibkan minimal lima pemain muda.
“Kita sedang mencari pemain U-20 yang betul-betul siap main. Tiga dari luar, dua kita ambilkan dari anak-anak lokal Kudus yang serius dan punya semangat tinggi,” tandasnya.
Dengan pendekatan efisiensi, pembinaan talenta lokal, dan strategi seleksi ketat, Persiku Kudus berharap bisa tampil lebih kompetitif, efektif, dan membanggakan pada Liga 2 musim ini. (J07/A01)










