Jurnalpantura.id, Kudus – Yayasan Karya Bakti (YKB) Nojorono menghadirkan pelatihan menganyam dari bahan dasar eceng gondok kepada warga dari empat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Pelatihan sendiri dilakukan dengan menggandeng perajin eceng gondok asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang sudah malang melintang di sektor tersebut.
Adapun warga yang ikut dalam pelatihan ini, meliputi warga dari Desa Desa Karangrowo Kecamatan Undaan, Desa Gulang dan Desa Payaman Kecamatan Mejobo, serta Desa Bulungcangkring Kecamatan Jekulo.
Pengurus YKB Nojorono Wempiyanto menyampaikan, pelatihan kerajinan eceng gondok ini diadakan dari keluhan masyarakat setempat yang belum bisa memaksimalkan potensi tersebut.
“Pelatihan ini kita adakan berasal dari keluhan Desa Karangrowo, banyak eceng gondok tapi belum bisa memanfaatkan secara maksimal. Jadi kita hadirkan pelatih yang malang melintang ini untuk nantinya bisa mengajari para warga,” ujarnya.
Pelatihan sendiri digelar selama 5 hari, mulai Senin-Jumat, 22-26 Mei 2023 mendatang. Pada hari pertama dan kedua, dilaksanakan di Balai Desa Karangrowo. Kemudian, pada hari ketiga digeser di Balai Desa Gulang, agar tidak jenuh.
Pelatih sekaligus Perajin eceng gondok dari Ambarawa, Slamet menuturkan, pada pelatihan kali ini, dirinya mengajarkan bagaimana menganyam eceng gondok menjadi kotak tisu, as, plismet, tempat sampah, hingga sandal.
“Kalau berbicara produk yang saya hasilkan memang sudah banyak, bahkan sampai ratusan. Nah ini, coba saya ajarkan yang mudah dan mengutamakan yang banyak dilirik pasar,” ungkapnya.
Slamet mengaku siap memberikan order kepada para peserta pelatihan apabila hasilnya sesuai dengan standar yang ia harapkan. Apalagi, pihaknya saat ini tengah kebanjiran order dari berbagai wilayah, salah satunya yakni dari Provinsi Bali.
Sementara itu, Kepala Desa Gulang, Aris Subkhan mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan jawaban dari kegelisahan yang ada di Desa Gulang. Ini melihat dari kondisi banyaknya eceng gondok namun tidak termanfaatkan.
“Biasanya itu eceng gondok malah dibasmi, alhamdulillah ada pelatihan ini semoga bisa membantu menggeliatkan perekonomian rakyat, sekaligus membantu menjaga lingkungan dari tanaman liar,” harapnya. (J05/A01)










