Jaminan Mutu MBG: SPPG Polres Kudus Rutin Uji Kandungan Makanan Sebelum Sampai ke Siswa

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses pendistribusian MBG dari SPPG Polres Kudus. (Foto: JP)

Proses pendistribusian MBG dari SPPG Polres Kudus. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Kudus memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan selalu aman dikonsumsi. Untuk menjamin keamanan pangan, sejumlah tes ketat dilakukan sebelum makanan disalurkan kepada siswa.

Kepala SPPG Polres Kudus, Muhammad Rafi’ Projo Al Jito, mengungkapkan bahwa setiap pagi, ia bersama Sidokkes Polres Kudus melakukan rapid test kit makanan.

Pengujian ini dilakukan untuk memastikan makanan bebas dari kandungan berbahaya seperti formalin, sianida, arsenik, hingga nitrit.

“Pengujian ini kami lakukan untuk memastikan kondisi makanan selalu bagus dan tidak ada bahan yang berbahaya di makanan tersebut,” ungkap Projo pada Jumat (7/11/2025).

“Kalau dipastikan sudah bagus, baru kami distribusikan. Tapi kalau ada yang tidak bagus, pendistribusian kami stop,” tegasnya.

Projo menambahkan, sejak beroperasi empat minggu lalu, makanan dari SPPG Polres Kudus selalu baik dan aman dikonsumsi.

Setiap hari, total 2.959 porsi disiapkan dan didistribusikan kepada siswa-siswa di wilayah Kecamatan Kota. Jumlah ini terdiri dari 555 porsi kecil dan 2.404 porsi besar.

Baca Juga :  Standarisasi Menu MBG di Kudus Segera Berlaku, Tinggal Tunggu Tanda Tangan Kepala BGN

Proses memasak di SPPG Polres Kudus dimulai sejak dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, diawali dengan memasak nasi, dilanjutkan protein nabati/hewani, dan terakhir sayuran. Makanan yang disiapkan diperkirakan bisa bertahan hingga 8 jam.

Untuk menjaga antusiasme penerima, SPPG Polres Kudus berinovasi dengan menyiapkan menu berbeda tiap harinya, dengan total 30 menu yang dikembangkan. Inovasi juga mencakup menu masakan Nusantara yang disiapkan dua minggu sekali.

Projo mencontohkan, menu soto kerbau—makanan khas Kabupaten Kudus—mendapat respons yang sangat bagus dari anak-anak.

“Minggu depan kami akan siapkan menu Rawon, makanan khas Jawa Timur. Kami berharap, respons anak-anak sama bagusnya,” ceritanya.

Selain memperhatikan inovasi menu yang disesuaikan dengan permintaan anak-anak, Projo menegaskan bahwa kadar gizi makanan selalu dipantau ketat oleh ahli gizi yang bertugas. (J03/A01)

Berita Terkait

Data Penerima Manfaat Bermasalah, Tujuh SPPG di Kudus Kena Suspend Sementara
BGN Tegaskan Aturan MBG Libur Saat Sekolah Libur, Mitra SPPG Kudus: Sudah Jalan Lama
Mitra SPPG Kudus Persoalkan Insentif Rp 2.000 per Porsi, Balik Modal Jadi Lebih Lama
Bikin Geli, Siswa SDN 3 Bulungcangkring Santap MBG Ditemani Ribuan Lalat
118 SPPG Kudus Berbenah, Pembangunan IPAL dan Tata Ruang Dapur Jadi Sorotan
MBG Kelompok 3B di Kudus Baru Jangkau 50 Persen, DKK Dorong Perluasan Sasaran
MBG Tak Hanya Cegah Stunting, DKK Kudus Siapkan Pemantauan Wanti-wanti Risiko Obesitas
Kapolres Kudus: Menu MBG Dicek Berlapis, dari Kondisi Fisik hingga Uji Zat Berbahaya
Berita ini 113 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Data Penerima Manfaat Bermasalah, Tujuh SPPG di Kudus Kena Suspend Sementara

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:43 WIB

BGN Tegaskan Aturan MBG Libur Saat Sekolah Libur, Mitra SPPG Kudus: Sudah Jalan Lama

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Mitra SPPG Kudus Persoalkan Insentif Rp 2.000 per Porsi, Balik Modal Jadi Lebih Lama

Rabu, 30 September 2026 - 15:26 WIB

Bikin Geli, Siswa SDN 3 Bulungcangkring Santap MBG Ditemani Ribuan Lalat

Rabu, 16 September 2026 - 13:09 WIB

118 SPPG Kudus Berbenah, Pembangunan IPAL dan Tata Ruang Dapur Jadi Sorotan

Berita Terbaru