Jamin Kesehatan Santri di Kudus, Delapan Pimpinan Ponpes Tandatangani MoU dengan BPJS Kesehatan

- Jurnalis

Minggu, 30 Oktober 2022 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan Nota Kesepakatan antara BPJS Kesehatan dengan Pimpinan Pondok Pesantren di Kudus (Foto:Istimewa)

Penandatanganan Nota Kesepakatan antara BPJS Kesehatan dengan Pimpinan Pondok Pesantren di Kudus (Foto:Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – BPJS Kesehatan Cabang Kudus bersinergi dengan delapan Pondok Pesantren di Kabupaten Kudus, dengan menandatangani Nota Kesepakatan dalam kegiatan Ansor Kudus Hybrid Expo 2022 di Alun-Alun Simpang 7 Kudus. Ahad 30/10/2022.

Langkah ini merupakan upaya BPJS Kesehatan meningkatkan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional di Kabupaten Kudus. Dari delapan Ponpes yang sudah menyerahkan data, tujuh ponpes yang menandatangani Nota Kesepakatan yaitu Pondok Pesantren El Fath El Islami, Ponpes Assalam, Ponpes Qudsiyah Putri, Ponpes Mua’allimat, Ponpes Ma’had Qudsiyyah, Ponpes Nusantara Satu dan Ponpes Anfaul Ulum dengan menghasilkan komitmen bersama untuk mencapai sinergi dalam hal optimalisasi penyelenggaraan Program JKN-KIS yang dikelola oleh para pengasuh pondok di kabupaten Kudus.

Nota Kesepakatan tersebut langsung ditandatangani oleh para Pimpinan Pondok Pesantren dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati, Kepala Kejaksaaan Negeri, Kementrian Agama, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kudus, Rabhithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Kudus, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kudus, Pengurus Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus dan disaksikan oleh santri-santri yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Bupati Kudus, Kepala BPJS dan Pimpinan Pondok Pesantren (Foto:Istimewa)

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Agustian Fardianto mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya percepatan Universal Health Coverage (UHC) pada seluruh elemen Pondok Pesantrendi Kabupaten Kudus dan untuk meningkatkan taraf kesehatan santri dengan upaya kolaborasi Pondok Pesantren dengan BPJS Kesehatan. Dari delapan Ponpes yang sudah menyerahkan data, ada sebanyak 1.374 sebagai peserta aktif, 364 peserta tidak aktif dan 408 belum terdaftar.

Baca Juga :  Tiga Nilai Utama Untuk Wujudkan Masyarakat Yang Sehat Dan Berkeadilan

“Kami juga menghimbau agar santri yang belum terdaftar JKN, bisa segera mendaftar. Sedangkan yang tidak aktif bisa untuk diaktifkan kembali. Kemudahan pendaftaran ini bisa di manfaatkan untuk mengoptimalkan pengelolaan kesehatan santri di dalam pondok. Jika pendaftaran dan pembayaranya melalui pondok pesantren, maka cukup mendaftar dan membayarkan santrinya saja”jelas Ardi.

Melalui kegiatan ini, BPJS Kesehatan bersinergi memperluas kepesertaan di lingkungan Ponpes. Sehingga semua santri, yang berpartisipasi aktif dalam kepesertaan program JKN-KIS terlindungi jaminan kesehatan saat sakit. Ucapan terima kasih disampaikan atas dukungan yang telah diberikan oleh Rabhithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Kudus dan Pengurus Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus serta seluruh pondok pesantren yang telah berkomitmen dengan BPJS Kesehatan sebagai pengelola Jaminan Kesehatan Nasional.

“Kami berharap kegiatan penandatanganan MoU ini dapat mengukuhkan komitmen kepesertaan JKN sebagai upaya meningkatkan layanan di bidang kesehatan. Peran serta pimpinan dan jajaran pondok pesantren sebagai tokoh agama sangat kami harapkan dukungannya dalam upaya mensosialisasikan program JKN-KIS kepada masyarakat, khususnya warga Kudus dan sekitarnya,” jelas Ardi. (J02/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru