Jurnalpantura.id, Kudus – Akademi Silat Kudus (ASK) menargetkan gelar juara umum saat menurunkan 58 atlet pada Kejuaraan Pencak Silat Challenge Open Tingkat Nasional yang akan berlangsung di GOR Sasana Krida Purbalingga, 1–2 Agustus 2026.
Seluruh atlet dilepas dari depan Gedung DPRD Kudus, Jumat (31/7/2026), sebelum bertolak menuju lokasi pertandingan.
Pelatih Bangau Ruyung, Mas’ud, mengatakan kontingen ASK yang diberangkatkan terdiri atas 58 atlet, yakni 57 atlet dari perguruan Bangau Ruyung dan satu atlet dari Persaudaraan Jati Diri Nusantara. Seluruhnya akan bertanding dengan membawa nama Akademi Silat Kudus di ajang nasional tersebut.
“Total ada 58 atlet. Sebanyak 57 atlet berasal dari Bangau Ruyung dan satu atlet dari Persaudaraan Jati Diri Nusantara. Mereka semua akan bertanding mewakili Akademi Silat Kudus,” katanya.
Menurut Mas’ud, para atlet akan bersaing pada dua nomor yang dipertandingkan, yaitu kategori tanding dan kategori seni. Mereka berasal dari berbagai jenjang usia, mulai kelompok usia dini, pelajar SD, SMP hingga SMA.
Untuk menghadapi kejuaraan tersebut, ASK telah menjalankan program latihan secara intensif dan berkesinambungan.
Dalam sepekan, para atlet menjalani latihan lima kali agar kemampuan teknik maupun kondisi fisik tetap terjaga.
“Kami berlatih secara rutin lima kali dalam seminggu. Ada ataupun tidak ada kejuaraan, latihan tetap berjalan sehingga ketika ada event atlet sudah siap bertanding,” ujarnya.
Selain memburu prestasi, kejuaraan nasional ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mengukur kemampuan atlet sebelum tampil pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung di Semarang pada September mendatang.
“Kejuaraan ini kami anggap sebagai try out menuju Popda. Dari sini kami bisa melihat perkembangan kemampuan atlet, terutama dari sisi mental bertanding dan hasil latihan yang selama ini sudah dijalankan,” jelasnya.
Mas’ud menilai pengalaman bertanding menjadi bekal penting bagi para pesilat muda. Melalui kompetisi tingkat nasional, para atlet diharapkan semakin percaya diri dan mampu meningkatkan kualitas permainan saat menghadapi lawan dengan kemampuan yang beragam.
Ia optimistis target juara umum bukan hal yang mustahil diraih. Selain hasil latihan yang konsisten, semangat para atlet untuk mengharumkan nama Bangau Ruyung, Akademi Silat Kudus, dan Kabupaten Kudus menjadi modal utama dalam menghadapi persaingan.
“Harapan kami tentu bisa membawa pulang hasil terbaik. Semoga atlet mampu menunjukkan kemampuan maksimal dan mengharumkan nama Kabupaten Kudus di tingkat nasional,” pungkasnya. (J02/A01)










