Ikuti Diklatkar, Ratusan Siswa Diajari Cara Penanganan Kebakaran

- Jurnalis

Kamis, 26 September 2019 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu siswi peserta pelatihan sedang berusaha memadamkan api dengan karung basah (Foto:Aik)

Salah satu siswi peserta pelatihan sedang berusaha memadamkan api dengan karung basah (Foto:Aik)

Jurnalpantura.id, Kudus – Seiring datangnya musim kemarau dan seringnya kejadian kebakaran di kabupaten Kudus.

Ratusan siswa SMK di kota kretek, mengikuti Diklat Kebakaran (Diklatkar) di Lapangan Rendeng, Kamis 26/09/2019. Salah satu gunanya meningkatkan kewaspadaan terhdap bencana kebakaran di Kudus.

Fire Chief Pemadam Kebakaran PT Djarum Kudus, Hardi Cahyana mengatakan kegiatan ini secara khusus ditujukan sebagai bentuk pembekalan kepada anak SMK agar senantiasa siaga terhadap bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Fire Chief Pemadam Kebakaran PT Djarum Kudus, Hardi Cahyana di Lapangan Rendeng (Foto:Aik)

“Harapannya nanti setelah ikut training ini, anak-anak bisa siap dalam menghadapi bencana. Tidak sekedar panik saja,” tandasnya.

Digelar salama dua hari berturut-turut. Kegiatan ini mulai dengan pemaparan teori terkait segitiga api, penanganan kebakaran, teknik instalasi listrik dan pertolongan pertama pada koraban bencana maupun kecelakaan.

“Ini hari keduanya, kami isi dengan praktek pemadaman api secara tradisional. Seperti karung goni dan pasir. Maupun cara modern dengan menggunakan APAR dan hydrant,” jelasnya.

Baca Juga :  Pembinaan Karakter Pelajar Dengan Sosialisasi Produk Ramah Lingkungan

Kegiatan ini rencananya akan dijalankan secara running oleh pihaknya pada seluruh siswa kelas 12 di 16 SMK binaan Djarum Foundation. Selain sebagai bekal pengetahuan penanganan bencana, Hardi menegaskan pelatihan ini dapat menjadi poin plus bagi para siswa dalam measuki dunia kerja.

“Peserta nantinya akan mendapat sertifikat yang dapat digunakan sebagai nilai tambah dalam melamar pekerjaan,” pungkasnya.

Sementara Angga Insyarof Dwi Sanjaya, salah satu peserta Diklatkar mengaku senang dengan kegiatan ini.

“Biasanya kalau kita lihat api besar udah panik duluan. Setelah dikasih tahu, tekniknya sekarang udah ada banyangan nanti kalau ada kebakaran mesti bagaimana,” tuturnya. (J12/A01)

Berita Terkait

Api dari Lahan Tebu Menjalar ke SD 2 Bacin Kudus, Kantin dan Atap Kelas Rusak
Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II
Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman
Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan
Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477
Bikin Panik ! Meteran Listrik Kafe Halu Kudus Terbakar Usai Terdengar Ledakan
Kudus Fashion on the Street Meriah, Produk Fesyen Lokal Jadi Sorotan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Api dari Lahan Tebu Menjalar ke SD 2 Bacin Kudus, Kantin dan Atap Kelas Rusak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman

Minggu, 27 September 2026 - 11:39 WIB

Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:58 WIB

Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Berita Terbaru