Jurnalpantura.id, Kudus – Selama ini keterlibatan Barisan Anshor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) dalam menjaga kondusifitas dan keamanan sudah tidak di ragukan.
Hal itu diapresiasi positif oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, M Hartopo. M Hartopo menyampaikan, kinerja Banser dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat tak perlu di ragukan lagi.
“Banser selalu ada dalam kegiatan, tak hanya di Masjid, namun Banser juga ada di Gereja,” Ucapnya kepada Media usai mengikuti Gelar Pasukan 10.000 Kader Absor Banser di Simpangtujuh Kudus, Ahad 19/01/2020.
Orang nomor satu di Kabupaten Kudus itu menilai kegiatan yang menghadirkan sebanyak 10 ribu ansor banser dari Kudus dan sekitarnya itu, sebagai wujud kekuatan banser di dalam masyarakat. Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, ansor banser juga memiliki andil besar dalam menangkal paham radikalisme di masyarakat.
Menanggapi Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke XII yang dilakukan di Pondok Pesantren Miftahul Falah Cendono yang dilakukan pada malam harinya. Hartopo berharap dari musyawarah tersebut dapat menghasilkan pemimpin terbaik.
“Saya harap kedepan Ansor Banser bisa lebih bersinergi dengan Pemkab Kudus dalam menjaga kamtibmas di Kudus,” harapnya.
Sementara itu, Kasatkornas Banser Alfa Isnaeni yang menjadi Inspektur Upacara menyampaikan orasi kebangsaan dihadapan 10 ribu anggota ansor banser. Dalam orasinya, ia berpesan agar para anggota baser bisa menjalankan fungsinya di masyarakat dengan baik.

“Fungsi banser ada tiga, yakni mengamalkan, mendakwahkan dan menjaga ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah di masyarakat,” Jelasnya dihadapan peserta Apel 10.000 Banser di Simpangtujuh Kudus.
Terlebih saat ini, lanjut Alfa Isnaeni mengatakan banyak aliran yang awalnya tidak sepakat dengan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah. Seperti manaqib, burdah, qunut dan ziarah kubur. Kini berbondong-bondong menggunakan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah dalam dakwahnya.
“Ini perlu menjadi perhatian kita semua. Agar tidak rancu,” katanya.
Kepada para banser, dia menghimbau agar mereka mampu menjaga atau nguri-nguri karakter Ahlussunnah Wal Jamaah sebagai ajaran yang diwariskan kepada para kyai yang melekat pada dirinya. Mengingat karakter inilah yang menjadi ciri khas dan identitas Banser. (J12/A02)










