Hapus Gap Pendidikan, Bupati Kudus Inisiasi Program Pertukaran Guru Antarsekolah

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris didampingi Kepala Disdikpora Kudus, Harjuna Widada. (Foto: J02)

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris didampingi Kepala Disdikpora Kudus, Harjuna Widada. (Foto: J02)

Jurnalpantura.id, Kudus – Setelah sukses menggagas dan meluncurkan program pertukaran pelajar lokal, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris berencana memperluas sasaran program dengan melibatkan guru sebagai peserta.

Langkah ini dinilai sebagai upaya lanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di Kabupaten Kudus.

Menurut Sam’ani, program pertukaran guru memiliki potensi besar untuk dilaksanakan. Namun sebelum direalisasikan, pihaknya akan melakukan kajian bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kudus.

“Pertukaran pelajar maupun guru ini mengurangi gap pendidikan, jarak tidak terlalu jauh, jadi bisa saja kita laksanakan,” ujar Sam’ani saat menghadiri Perayaan HUT ke-76 SMPN 1 Kudus, Sabtu, 4/4/2026.

Sementara itu, program pertukaran pelajar yang telah berjalan sejak Januari 2026 lalu dinilai memberikan dampak positif.

Pada pelaksanaan perdana, sebanyak enam siswa dikirim ke sekolah penempatan untuk mempelajari potensi serta nuansa lingkungan belajar yang berbeda.

Program tersebut dipastikan akan berlanjut. Sam’ani mengungkapkan bahwa gelombang berikutnya direncanakan berlangsung pada Mei 2026 dengan durasi yang lebih panjang serta jumlah sekolah yang lebih banyak.

Baca Juga :  SMP 2 Kudus Digitalisasi Pemantauan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Lewat Aplikasi Jurnal

“Untuk pertukaran guru baru digodok, kalau untuk yang pertukaran pelajar akan dilakukan lagi bulan depan,” jelasnya.

Dukungan terhadap rencana ini juga datang dari Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Kudus, Ahadi Setiawan.

Ia menilai program pertukaran, baik untuk siswa maupun guru, mampu mengurangi kesenjangan antar sekolah sehingga pemerataan pendidikan dapat tercapai tanpa adanya label sekolah unggulan atau non-unggulan.

“Pertukaran guru akan memberikan pengalaman berharga dalam proses mengajar. Guru dapat memahami karakter siswa yang beragam di lingkungan berbeda, sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengelola kelas,” terangnya.

Ia juga menyarankan durasi ideal pelaksanaan program sekitar dua minggu agar peserta memiliki waktu cukup untuk beradaptasi dan memperoleh pengalaman maksimal. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 138 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru