Jurnalpantura.id, Kudus – Setelah sukses menggagas dan meluncurkan program pertukaran pelajar lokal, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris berencana memperluas sasaran program dengan melibatkan guru sebagai peserta.
Langkah ini dinilai sebagai upaya lanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di Kabupaten Kudus.
Menurut Sam’ani, program pertukaran guru memiliki potensi besar untuk dilaksanakan. Namun sebelum direalisasikan, pihaknya akan melakukan kajian bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kudus.
“Pertukaran pelajar maupun guru ini mengurangi gap pendidikan, jarak tidak terlalu jauh, jadi bisa saja kita laksanakan,” ujar Sam’ani saat menghadiri Perayaan HUT ke-76 SMPN 1 Kudus, Sabtu, 4/4/2026.
Sementara itu, program pertukaran pelajar yang telah berjalan sejak Januari 2026 lalu dinilai memberikan dampak positif.
Pada pelaksanaan perdana, sebanyak enam siswa dikirim ke sekolah penempatan untuk mempelajari potensi serta nuansa lingkungan belajar yang berbeda.
Program tersebut dipastikan akan berlanjut. Sam’ani mengungkapkan bahwa gelombang berikutnya direncanakan berlangsung pada Mei 2026 dengan durasi yang lebih panjang serta jumlah sekolah yang lebih banyak.
“Untuk pertukaran guru baru digodok, kalau untuk yang pertukaran pelajar akan dilakukan lagi bulan depan,” jelasnya.
Dukungan terhadap rencana ini juga datang dari Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Kudus, Ahadi Setiawan.
Ia menilai program pertukaran, baik untuk siswa maupun guru, mampu mengurangi kesenjangan antar sekolah sehingga pemerataan pendidikan dapat tercapai tanpa adanya label sekolah unggulan atau non-unggulan.
“Pertukaran guru akan memberikan pengalaman berharga dalam proses mengajar. Guru dapat memahami karakter siswa yang beragam di lingkungan berbeda, sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengelola kelas,” terangnya.
Ia juga menyarankan durasi ideal pelaksanaan program sekitar dua minggu agar peserta memiliki waktu cukup untuk beradaptasi dan memperoleh pengalaman maksimal. (J05/A01)










