Jurnalpantura.id, Kudus – Gelaran Kudus Wedding Fair #1 resmi dibuka pada Selasa (4/4/2023) sore kemarin. Acara yang kali pertama dihadirkan di Kudus ini diikuti oleh para pelaku usaha yang berasal dari Kota Kretek, diramaikan total 14 stand, diantaranya pelaku Wedding Organizer (WO), Fotografi, make up artis (MUA) dan pelaku dekorasi.
Panitia even Kudus Wedding Fair #1, Abu Sofyan menyampaikan, gelaran perdana ini akan dilangsungkan selama enam hari, dimulai pada Selasa- Minggu (4-9/4/2023) pukul 15.00-21.00 WIB di PDKT Resto & Café di Jalan Krasak Pandean, Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus.
Abu melanjutkan, tujuan digelarnya event tersebut ialah untuk mengisi kekosongan di bulan ramadan serta mempersatukan teman-teman vendor supaya industri per weddingan di Kudus agar lebih sehat.
“Jadi tujuan utama memang untuk mengedukasi masyarakat, bagi calon-calon pengantin, orang tua pengantin yang mau konsultasi lengkap bisa datang ke sini, monggo ngabuburit sambil melihat pameran di sini,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Mutrikah mengapresiasi kegiatan ini yang sejalan dengan pengembangan ekonomi kreatif. Menurutnya, dengan adanya Kudus Wedding Fair, geliat usaha ini akan semakin membaik seiring dengan telah melandainya situasi pandemi covid-19.
“Saya berharap mereka (teman-teman wedding) bisa memanfaatkan potensinya, sehingga kegiatan ekonomi kreatif bisa hidup, apalagi kegiatan positif ini multi player effect nya bagus dan luar biasa dampaknya, sehingga dibutuhkan kolaborasi antar mereka, yang mayoritas diisi oleh generasi muda Kudus,” ujar Mutrikah.
Terlebih, lanjut Mutrikah, kegiatan yang banyak dimotori oleh anak-anak muda ini menjadi kesempatan mereka untuk terus bergerak dengan kreatifitas, dan Kabupaten Kudus sangat bangga sekali dengan apa yang dilaksanakan ini, karena telah mengakomodir semua potensi yang dimiliki oleh warga Kudus, khususnya generasi muda-nya.
“Kita dorong untuk melestarikan kearifan lokal, yakni dengan mempromosikan pakaian adat Kudus untuk gaun pengantin, supaya lebih dikenal dan dicintai oleh generasi muda Kudus khususnya,” ungkapnya. (J05/A01)










