oleh

Firdaus Ardyansah, Sosok Revolusioner Tertantang Naikan Kasta Persiku

Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerhati keolahragaan Kota Keretek Firdaus Ardyansyah merasa tertantang untuk mengangkat kasta kompetisi Tim Persiku Kudus. Meskipun upaya tersebut diakuinya tidak mudah dan butuh dukungan semua pihak, bila diberi kesempatan mengelola tim senior pihaknya akan berjuang agar Persiku senior dapat naik ke kasta Liga 2.

“Perjuangannya akan sangat berat, dan saya terpanggil untuk membantu mewujudkannya,” katanya.

Pihaknya menyadari benar, persoalan naik kasta tidak hanya ditentukan kepiawaian manajemen tim. Butuh dukungan banyak stake holder mulai dari suporter, Pemerintah Kabupaten Kudus hingga kalangan dunia usaha. Namun, pihaknya meyakini bila semua pihak memberikan dukungan cita-cita yang sudah ditunggu suporter tersebut akan terealisasi.

Dia menyadari benar, risiko naik kasta yakni Persiku akan kehilangan kesempatan menggunaan dana APBD untuk operasional kegiatannya. Namun, pilihan sulit tersebut harus diambil bila tim ditarget naik kelas kompetisi.

Firdaus Ardyansah, pemerhati olah raga janjikan Persiku naik kasta (Foto:J02)

Jadi, pihaknya berpandangan Persiku Kudus harus diberi ruang yang cukup untuk berprestasi.  Persiku tidak perlu khawatir kehilangan kesempatan menggunakan dana APBD dan harus merangkak mencari dana dari swasta untuk operasionalnya.

“Tantangan tersebut harus dihadapi,” ungkapnya.

Menurutnya, fanatisme suporter merupakan hal yang jauh lebih sulit diperoleh. Dia menyadari, mereka dengan kesadaran sendiri bersedia memberikan dukungan kepada tim ke mana kesebelasan yang dibelanya berlaga. Pengorbanan tersebut harus diapresiasi dengan target peningkatan prestasi.

Bila saat ini di Laga 3, sudah selayaknya disusun rencana untuk melangkah ke Liga 2.
Persiku layak dikedepankan dengan melihat dukungan dan antusias penonton maupun pendukung setianya. Dia juga melihat potensi swasta di Kota Keretek sedemikian besar untuk diajak bermitra tanding. Seandainya ada pola hubungan yang kurang tepat dengan swasta pada masa lalu, tidak perlu dicari siapa yang paling bersalah. (J02/A01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed