Jurnalpantura.id, Kudus – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke-60, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mengadakan lomba kreasi menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal pada Senin, 29/10/2024.
Acara yang berlangsung pada Senin ini berhasil menarik perhatian dengan sajian-sajian menu yang kreatif dari enam peserta yang terpilih, yang memanfaatkan potensi lokal seperti buah parijoto dari Desa Kajar, Kecamatan Dawe.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat DKK Kudus, Nuryanto, menjelaskan bahwa lomba ini diikuti oleh 23 peserta dari kader dan PKK desa di Kudus, sebelum terpilih enam finalis.
Peserta berasal dari Desa Medini, Kajar, Megawon, Kiring, Rejosari, dan Besito, masing-masing menyajikan menu yang beragam dan menarik.
Desa Medini yang merupakan binaan Puskesmas Undaan menghadirkan menu risotto ayam dan sayuran serta ekado ikan lele. Sementara itu, Desa Kajar menampilkan sup matahari, bola-bola teri kelor gemesh, dan puding parijoto.
Desa Megawon menyajikan menu telur ayam saus bayam, bunga telur isi ayam udang, dan gulung saus ayam. Peserta dari Desa Kiring menghadirkan variasi seperti layer rice, bolte babon, roliga, sup matahari, dan kue pelite mangga.
Sementara itu, Desa Rejosari dan Besito masing-masing menampilkan rice meatball with moringa, soft cookies banana with moringa, serta kembung veggie soup dan anchovies pumpkin cheese.
Nuryanto menambahkan, lomba ini telah berjalan selama dua minggu, dengan penilaian yang mempertimbangkan komposisi bahan makanan, keragaman pangan, cita rasa, serta kebersihan lingkungan.
“Kita menyiapkan empat juri, ada dari chef hotel, Pokja 3 PKK Kudus, Persagi (Perhimpunan Ahli Gizi Indonesia), dan Hakli (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia),” tandasnya.
Melalui lomba ini, DKK Kudus berharap masyarakat semakin peduli terhadap pencegahan stunting. Data menunjukkan, angka stunting di Kudus pada 2022 mencapai 19 persen, namun berhasil turun menjadi 15,7 persen pada 2023.
“Tahun ini, DKK menargetkan penurunan lebih lanjut menjadi 12 persen atau di bawah 14 persen,” tandasnya.
Dengan menyajikan menu PMT yang bervariasi dan menarik, DKK Kudus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas gizi bagi anak-anak di daerah tersebut, serta mendorong kesadaran akan pentingnya pola makan sehat demi generasi yang lebih baik. (J05/A01)










