Empat SMP Negeri di Kudus Belum Penuhi Kuota SPMB, Disdikpora Dorong Buka Jalur Offline

- Jurnalis

Senin, 30 Juni 2025 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan SPMB di SMP 2 Dawe, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Pelaksanaan SPMB di SMP 2 Dawe, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Empat dari 24 SMP Negeri di Kabupaten Kudus dilaporkan belum memenuhi kuota dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) online tahun ajaran 2025/2026. Keempat sekolah itu yakni SMP 3 Bae, SMP 4 Bae, SMP 2 Dawe, dan SMP 3 Jekulo.

Di SMP 3 Bae hanya menyisakan satu kuota dari total daya tampung 256 calon murid. SMP 4 Bae masih kekurangan 53 murid, SMP 2 Dawe menyisakan 30 kuota, dan SMP 3 Jekulo memiliki sisa 18 kuota.

Situasi ini membuat Disdikpora mulai mendorong pelaksanaan penerimaan murid secara offline untuk mengisi sisa kuota.

Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho menjelaskan, sejauh ini baru SMP 4 Bae yang secara resmi mengajukan pelaksanaan SPMB offline. Tiga sekolah lainnya masih dalam tahap konsultasi.

“Mereka tanya, kalau tidak menambah secara offline bagaimana? Tapi dari kepala dinas berharap semua kuota bisa terpenuhi,” jelasnya.

Tahapan pendaftaran online sendiri telah berakhir pada 27 Juni 2025, disusul pengumuman hasil pada 28 Juni, dan masa daftar ulang yang berlangsung pada 30 Juni hingga 1 Juli 2025.

Meski begitu, Disdikpora tetap memberi kesempatan sekolah untuk menambah murid melalui jalur offline, terutama bagi calon murid yang mungkin terlewat jadwal atau belum paham alur pendaftaran online.

Baca Juga :  600-an Guru Madrasah Non PNS di Kudus Lolos Program Inpassing Kemenag

Anggun juga menekankan pentingnya membuka jalur offline meskipun hanya ada sisa satu kuota seperti di SMP 3 Bae. Namun, hingga saat ini belum ada laporan lanjutan apakah SMP 3 Bae akan membuka jalur tersebut atau tidak.

“Tujuannya memberi kesempatan bagi masyarakat yang mungkin belum terfasilitasi saat pendaftaran online,” ujarnya.

Disdikpora memberikan batas waktu hingga seminggu sebelum tahun ajaran baru dimulai, yakni sekitar 7 Juli 2025, agar sekolah mengambil keputusan final terkait pembukaan jalur offline.

“Dinas tetap mengarahkan agar semua sekolah membuka kesempatan tersebut, dengan harapan tidak ada kursi kosong,” imbuh Anggun.

Sementara itu, Plt Kepala SMP 2 Dawe, Abu Sofyan mengatakan pihaknya masih menunggu hasil akhir dari daftar ulang.

“Kalau semua 226 calon murid melakukan daftar ulang, kami akan pertimbangkan membuka jalur offline untuk menyesuaikan jumlah kelas. Tapi kalau tidak penuh, maka cukup tujuh kelas saja,” pungkasnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:01 WIB

148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru