Jurnalpantura.id, Kudus – Empat dari 24 SMP Negeri di Kabupaten Kudus dilaporkan belum memenuhi kuota dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) online tahun ajaran 2025/2026. Keempat sekolah itu yakni SMP 3 Bae, SMP 4 Bae, SMP 2 Dawe, dan SMP 3 Jekulo.
Di SMP 3 Bae hanya menyisakan satu kuota dari total daya tampung 256 calon murid. SMP 4 Bae masih kekurangan 53 murid, SMP 2 Dawe menyisakan 30 kuota, dan SMP 3 Jekulo memiliki sisa 18 kuota.
Situasi ini membuat Disdikpora mulai mendorong pelaksanaan penerimaan murid secara offline untuk mengisi sisa kuota.
Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho menjelaskan, sejauh ini baru SMP 4 Bae yang secara resmi mengajukan pelaksanaan SPMB offline. Tiga sekolah lainnya masih dalam tahap konsultasi.
“Mereka tanya, kalau tidak menambah secara offline bagaimana? Tapi dari kepala dinas berharap semua kuota bisa terpenuhi,” jelasnya.
Tahapan pendaftaran online sendiri telah berakhir pada 27 Juni 2025, disusul pengumuman hasil pada 28 Juni, dan masa daftar ulang yang berlangsung pada 30 Juni hingga 1 Juli 2025.
Meski begitu, Disdikpora tetap memberi kesempatan sekolah untuk menambah murid melalui jalur offline, terutama bagi calon murid yang mungkin terlewat jadwal atau belum paham alur pendaftaran online.
Anggun juga menekankan pentingnya membuka jalur offline meskipun hanya ada sisa satu kuota seperti di SMP 3 Bae. Namun, hingga saat ini belum ada laporan lanjutan apakah SMP 3 Bae akan membuka jalur tersebut atau tidak.
“Tujuannya memberi kesempatan bagi masyarakat yang mungkin belum terfasilitasi saat pendaftaran online,” ujarnya.
Disdikpora memberikan batas waktu hingga seminggu sebelum tahun ajaran baru dimulai, yakni sekitar 7 Juli 2025, agar sekolah mengambil keputusan final terkait pembukaan jalur offline.
“Dinas tetap mengarahkan agar semua sekolah membuka kesempatan tersebut, dengan harapan tidak ada kursi kosong,” imbuh Anggun.
Sementara itu, Plt Kepala SMP 2 Dawe, Abu Sofyan mengatakan pihaknya masih menunggu hasil akhir dari daftar ulang.
“Kalau semua 226 calon murid melakukan daftar ulang, kami akan pertimbangkan membuka jalur offline untuk menyesuaikan jumlah kelas. Tapi kalau tidak penuh, maka cukup tujuh kelas saja,” pungkasnya. (J05/A01)










