Dorong Madrasah Ramah Anak, Kemenag Kudus Ambil Sikap Usai Insiden di MTs RUS

- Jurnalis

Senin, 11 Agustus 2025 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kemenag Kudus. (Foto: J05)

Kantor Kemenag Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus mendorong seluruh madrasah di wilayahnya untuk memastikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.

Seruan ini disampaikan usai terjadinya insiden dugaan kekerasan oleh seorang guru terhadap siswa di MTs NU Raden Umar Said (RUS).

Insiden tersebut terjadi saat para siswa tengah bersiap mengikuti salat dzuhur berjamaah. Suasana yang gaduh karena siswa saling mendorong membuat salah satu guru turun tangan untuk melerai.

Namun, guru tersebut diduga melakukan pemukulan di bagian leher terhadap salah satu siswa hingga siswa itu menangis.

Peristiwa ini sempat menimbulkan kemarahan dari orang tua siswa. Meskipun demikian, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan tanpa menempuh jalur hukum.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kudus, Agus Siswanto, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.

Ia menegaskan bahwa Kemenag akan melakukan pembinaan dan pembimbingan terhadap madrasah agar insiden serupa tidak terulang.

Baca Juga :  UMK Gelar Seminar Nasional Bahas Tantangan Guru Matematika dalam Pemanfaatan Teknologi AI

“Kami berpesan kepada sekolahnya, pastikan anak kembali belajar dengan nyaman, psikisnya jangan sampai terganggu dengan berita ini, jadi tolong dikawal,” ujar Agus saat dimintai keterangan pada Senin, 11/8/2025.

Agus juga menyampaikan bahwa siswa yang menjadi korban telah kembali mengikuti kegiatan belajar dengan normal.

Proses penyelesaian masalah melalui jalur kekeluargaan dinilai sebagai bentuk kedewasaan kedua belah pihak dalam menyikapi peristiwa tersebut.

Sebagai langkah ke depan, Kemenag Kudus menekankan pentingnya penerapan prinsip tarbiyah atau pendidikan dalam setiap tindakan guru di madrasah.

Agus mengingatkan bahwa komunikasi menjadi kunci utama dalam menghadapi siswa yang tidak patuh, sehingga tindakan disiplin tetap berada dalam koridor mendidik, bukan menyakiti.

“Kalau tindakan yang diambil ada persepsi yang berbeda, ya harus dikomunikasikan dengan baik. Yang penting adalah komunikasi,” ucapnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru