DKK Kudus Temukan 31 Kasus Positif Campak, Tapi Belum Ada Kematian

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Penyakit campak. (Foto: AI)

Ilustrasi. Penyakit campak. (Foto: AI)

Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mengungkapkan sebanyak 31 orang dinyatakan positif mengidap penyakit campak berdasarkan hasil tes laboratorium di Yogyakarta.

Temuan ini menjadi perhatian serius, mengingat kasus campak tengah menjadi isu hangat di Indonesia.

Sekretaris DKK Kudus, Nuryanto, menjelaskan bahwa deteksi penyakit campak dilakukan dengan mengirimkan 464 sampel untuk diperiksa di Laboratorium Yogyakarta. Dari jumlah tersebut, 31 sampel dinyatakan positif campak.

“Meskipun di Kudus kasusnya ada, tapi hingga saat ini belum ada kasus kematian akibat campak,” ujar Nuryanto, Kamis, 2/4/2026.

Melihat adanya kasus positif, DKK Kudus pun meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi campak pada anak. Imunisasi ini termasuk dalam program dasar yang diberikan secara gratis untuk anak usia 12–14 bulan.

Baca Juga :  Ratusan Personil Polres Demak di Suntik Vaksin Booster

Nuryanto menekankan pentingnya peran orangtua dalam mengikuti posyandu agar anak-anak bisa mendapatkan imunisasi.

“Kami meminta agar orangtua aktif membawa anak ke posyandu, sehingga imunisasi dapat diberikan tepat waktu,” ujarnya.

Selain imunisasi, Dinas Kesehatan juga mendorong masyarakat menjaga daya tahan tubuh melalui olahraga, pola makan bergizi, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Menurut Nuryanto, meski kasus campak pada dewasa di atas 12 tahun masih sedikit, kewaspadaan tetap harus dijaga.

Campak merupakan penyakit infeksi virus saluran pernapasan yang sangat menular, ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam merah di tubuh.

“Untuk masyarakat yang mengalami gejala tersebut segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, beristirahat cukup, minum air yang cukup, dan mengonsumsi suplemen,” tukasnya. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru