DKK Kudus Catat Angka Kematian Pasien TBC di Kudus Meningkat di Tahun 2023

- Jurnalis

Selasa, 12 September 2023 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Andini Aridewi, Kepala Dinas Kesehatan Kudus (Foto:J02)

Dokter Andini Aridewi, Kepala Dinas Kesehatan Kudus (Foto:J02)

Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat, 86 pasien yang mengidap penyakit Tuberculosis Sensitive Obat (TBC-SO) meninggal dunia. Data tersebut tercatat dari awal Januari hingga September 2023.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 58 kasus pasien TBC-SO meninggal dunia di tahun 2022. Sedangkan di tahun 2021, tercatat ada sebanyak 47 kasus meninggal dunia.

Sedangkan untuk kasus kematian yang disebabkan oleh penyakit TBC Resisten Obat (RO) tercatat ada sebanyak 6 kasus di tahun 2023. Sementara di tahun 2022 ada 6 kasus, dan di tahun 2021 ada 4 kasus.

Kepala DKK Kudus, Andini Aridewi menyampaikan, hingga September 2023, ada sebanyak 1.637 orang yang dinyatakan positif terkena TBC-SO. Lalu, sebanyak 46 orang terkena penyakit TBC-RO.

“Kalau TB nya sudah diobati dengan rutin dan dia konsisten untuk minum obat itu bisa sembuh. Kemungkinan meninggal itu karena tidak murni TBC tapi karena ada penyakit penyerta,” katanya.

Pihaknya menyebut, kelompok rentan yang tertular atau terkena penyakit TBC yakni kelompok usia produktif, mulai usia sekitar 15-55 tahun. Terutama yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TBC.

Baca Juga :  Hasil Uji Lab Negatif, Kemungkinan Dampak Pencemaran Bukan Keracunan Makanan

“Untuk temuan kasus di Kabupaten Kudus paling banyak itu di usia produktif, lebih dari 50 persen. Ini yang perlu kita wasapadai,” katanya, Selasa, 11 September 2023.

Pihaknya juga menerangkan, kalangan yang rentan itu jelas pada orang-orang yang dengan memiliki riwayat kontak dan memiliki resiko tertular, misalnya kontak dengan keluarga yang memiliki riwayat penyakit TBC.

“Kemudian, dipengaruhi dengan hygine sanitasi yang rendah serta input gizi yang kurang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Andini membeberkan bahwa target penemuan kasus di Kudus untuk tahun 2023 dinaikkan oleh Pemerintah Pusat, yakni menjadi sekira 12.366 pasien, dari tahun sebelumnya sekira 10 ribu pasien.

“Kita mencegah terjadinya gunung es, artinya jangan sampai yang ketemu sedikit ternyata masih banyak yang belum tertemukan itu ternyata keaktifan menemukannya kita yang lengah,” tambahnya. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 139 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru