Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat, 86 pasien yang mengidap penyakit Tuberculosis Sensitive Obat (TBC-SO) meninggal dunia. Data tersebut tercatat dari awal Januari hingga September 2023.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 58 kasus pasien TBC-SO meninggal dunia di tahun 2022. Sedangkan di tahun 2021, tercatat ada sebanyak 47 kasus meninggal dunia.
Sedangkan untuk kasus kematian yang disebabkan oleh penyakit TBC Resisten Obat (RO) tercatat ada sebanyak 6 kasus di tahun 2023. Sementara di tahun 2022 ada 6 kasus, dan di tahun 2021 ada 4 kasus.
Kepala DKK Kudus, Andini Aridewi menyampaikan, hingga September 2023, ada sebanyak 1.637 orang yang dinyatakan positif terkena TBC-SO. Lalu, sebanyak 46 orang terkena penyakit TBC-RO.
“Kalau TB nya sudah diobati dengan rutin dan dia konsisten untuk minum obat itu bisa sembuh. Kemungkinan meninggal itu karena tidak murni TBC tapi karena ada penyakit penyerta,” katanya.
Pihaknya menyebut, kelompok rentan yang tertular atau terkena penyakit TBC yakni kelompok usia produktif, mulai usia sekitar 15-55 tahun. Terutama yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TBC.
“Untuk temuan kasus di Kabupaten Kudus paling banyak itu di usia produktif, lebih dari 50 persen. Ini yang perlu kita wasapadai,” katanya, Selasa, 11 September 2023.
Pihaknya juga menerangkan, kalangan yang rentan itu jelas pada orang-orang yang dengan memiliki riwayat kontak dan memiliki resiko tertular, misalnya kontak dengan keluarga yang memiliki riwayat penyakit TBC.
“Kemudian, dipengaruhi dengan hygine sanitasi yang rendah serta input gizi yang kurang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Andini membeberkan bahwa target penemuan kasus di Kudus untuk tahun 2023 dinaikkan oleh Pemerintah Pusat, yakni menjadi sekira 12.366 pasien, dari tahun sebelumnya sekira 10 ribu pasien.
“Kita mencegah terjadinya gunung es, artinya jangan sampai yang ketemu sedikit ternyata masih banyak yang belum tertemukan itu ternyata keaktifan menemukannya kita yang lengah,” tambahnya. (J05/A01)










