Diusia 21 Komonitas Seni Samar, Pentaskan teater A Vague Story of Rananggana, Bregada Merudhanda

- Jurnalis

Kamis, 7 Maret 2019 - 01:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu cuplikan penampilan dalam pentas Teater Persembahan Komonitas Seni Samar (Foto : Aik)

Salah satu cuplikan penampilan dalam pentas Teater Persembahan Komonitas Seni Samar (Foto : Aik)

Jurnalpantura.id, Kudus – Alunan musik Republik Kanzu serta Pemujaku, puluhan penikmat seni peran tampak hanyut dalam alunan musik sebagai pembuka Komunitas Seni Samar melalui teater A Vague Story of Rananggana, Bregada Merudhanda yang dipentaskan di Auditorium UMK, Rabu 06/03/2019 malam.

Alunan musik dari Republik Kanzu dan Pemujaku sebagai pembuka dan pengiring Pentas Teater Seni Samar (Foto : Aik)

Ditulis oleh Leo Katarsis serta disutradai Ahmad ‘Mophet’ Safrudin, pertunjukan dimulai saat dua wanita membacakan prolog dari cerita.

Kisah Bregada Merudhanda sejatinya merupakan kisah dari Bregada Manyura yang merupakan pasukan pilihan Medhang Bumi Mataram pengabdi setia Ratu Sanjaya. Mereka dipimpin oleh Hang Anggana, seorang panglima digdaya, sepupu Ratu Sanjaya.

Singkat cerita, Anggana diperintahkan oleh Sanjaya untuk menumpas habis Kerajaan Sunda Galuh saat terdengar kabar jika raja kerajaan tersebut berencana untuk memberontak.

Tanpa diduga, istana Medhang diserbu pasukan Sriwijaya. Usai memadamkan pemberontakan, Anggana dan pasukannya bergegas kembali ke Medhang. Prajurit Sriwijaya berhasil dipukul mundur dan digiring menuju Selat Muria. Kapal-kapal mereka dibakar dan ditenggelamkan.

Baca Juga :  Polres Demak Deklarasikan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas

Akan tetapi, kemenangan Anggana dan pasukannya menjadi tidak berarti karena ternyata Ratu Sanjaya gugur dalam penyerbuan pasukan Sriwijaya. Anggana sangat berduka. Dia kehilangan saudara, sahabat dan tujuan pengabdiannya.

Anggana kemudian meninggalkan kerajaan Medhang dan kembali ke tanah muria. ia menjalani kemudian menjalani hidup selanjutnya sebagai orang biasa dan pasukannya menyebar dari Tanjung Para sampai Teluk Silunggangga untuk menjaga tanah muria yang dikenal dengan nama Rananggana. Upacara Merudhandha dilaksanakan tiap tahunnya untuk mengenang peristiwa tersebut.

Terkait pementasan, Gunadi, Ketua Paguyuban Seni Samar menjelaskan jika pertunjukan ini diperuntukkan secara spesial bagi ‘sang badut’, Mauli Akbar.

“Persoalan teater adalah tentang karakter manusia yang tidak bisa dirinci,” ujarnya.
Sementara, Ineke, salah seorang penonton mengaku terbawa cerita saat menyaksikan pementasan tersebut.

“Teater komplit yang menarik,” tandasnya.
Alur menarik serta irama yang menyatu dengan peran lakon jadi magnet tersendiri bagi dirinya untuk menonton sampai akhir pertunjukan. (J16/A02)

Berita Terkait

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II
Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman
Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan
Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477
Kudus Fashion on the Street Meriah, Produk Fesyen Lokal Jadi Sorotan
Musthofa Ingatkan Generasi Muda: Pancasila Bukan Sekadar Hafalan
Sabtu Besok, CFN dan Karnaval Budaya Hari Jadi Kudus Bakal Padati Kawasan Simpang Tujuh
Berita ini 142 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman

Minggu, 27 September 2026 - 11:39 WIB

Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:58 WIB

Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Senin, 21 September 2026 - 16:12 WIB

680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477

Berita Terbaru