Bupati Kudus Dorong Bidan Jadi Ujung Tombak Pencegahan Stunting dan Penurunan Kematian Ibu Anak

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu, 15/7/2026. (Foto: JP)

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu, 15/7/2026. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Bupati Kudus Samani Intakoris meminta para bidan di Kabupaten Kudus untuk terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Peran tersebut dinilai sangat penting, terutama dalam mendukung program pencegahan stunting serta menekan angka kematian ibu dan anak.

Hal itu disampaikan Samani saat menghadiri Seminar Hari Bidan Sedunia 2026 sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu, 15/7/2026.

Ia menilai keberadaan bidan menjadi salah satu kunci keberhasilan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Menurut Samani, pencegahan stunting tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai sejak masa kehamilan.

Pemeriksaan kesehatan ibu hamil secara rutin di fasilitas kesehatan seperti puskesmas maupun rumah sakit menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi ibu dan bayi tetap terpantau.

”Upaya ini dilakukan agar saat ibu melahirkan, anak tidak mengalami stunting. Termasuk juga menurunkan angka kematian ibu dan anak yang menjadi target pemerintah daerah,” kata Samani.

Ia menyebut angka prevalensi stunting di Kabupaten Kudus mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari sebelumnya berada di kisaran 15 persen, kini angka tersebut turun menjadi 3,67 persen.

Pemerintah Kabupaten Kudus menargetkan angka itu dapat terus ditekan hingga mencapai nol kasus.

”Alhamdulillah stunting kita sekarang tinggal 3,67 persen. Dulu sekitar 15 persen. Ke depan kita dorong terus agar bisa menuju zero stunting di Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Samani menegaskan peningkatan derajat kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Ia memberikan apresiasi kepada para bidan yang selama ini telah memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik melalui fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun praktik mandiri.

Baca Juga :  Tujuh Siswa SMP 1 Jati Kudus Boyong Juara Kejurkab Pencak Silat Antar Pelajar 2024

”Bidan-bidan ini garda terdepan untuk melayani masyarakat. Kami ucapkan selamat bertugas kepada bidan-bidan di mana pun berada, baik di pemerintahan maupun swasta karena semuanya berkontribusi dalam kesehatan ibu hamil, anak-anak maupun program kesehatan lainnya,” tuturnya.

Ia juga meminta para bidan terus memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dan rumah sakit rujukan agar kualitas pelayanan semakin meningkat.

Menurutnya, lulusan kebidanan juga tidak perlu ragu mengabdi di wilayah pedesaan maupun daerah terpencil karena setiap bentuk pelayanan memiliki nilai yang sama.

”Nanti kalau mendapatkan penugasan di desa terpencil jangan sedih. Semua pengabdian itu sama, justru di sana ada tantangan-tantangan khusus yang membutuhkan kehadiran tenaga kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua IBI Cabang Kudus Darini menyampaikan bahwa bidan memiliki peran strategis dalam mendampingi kesehatan perempuan sejak sebelum kehamilan, masa kehamilan, hingga proses persalinan.

Menurutnya, pencegahan stunting harus dipersiapkan sejak dini, bukan hanya setelah bayi lahir.

”Stunting itu jangan dicegah ketika bayinya sudah lahir, tetapi harus direncanakan sejak sebelum hamil bahkan sejak usia remaja,” ujar Darini.

Peringatan HUT ke-75 IBI tahun ini mengangkat tema One Million More Midwives, yang menekankan kebutuhan dunia terhadap tambahan lebih dari satu juta tenaga bidan untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Saat ini, IBI Cabang Kudus memiliki sekitar 960 anggota aktif yang tersebar di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kudus. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru