BPJS Kesehatan Kudus Dukung Pemda Turunkan Angka Stunting

- Jurnalis

Sabtu, 3 Desember 2022 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Agustian Fardianto menyerahkan bantuan secara simbolis berupa susu formula dan pemberian makanan tambahan kepada anak stunting di Puskesmas Dawe. (Foto:Istimewa)

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Agustian Fardianto menyerahkan bantuan secara simbolis berupa susu formula dan pemberian makanan tambahan kepada anak stunting di Puskesmas Dawe. (Foto:Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kudus turut berupaya untuk membantu dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kudus. Hal ini dibuktikan dengan pemberian bantuan berupa susu formula dan pemberian makanan tambahan kepada anak stunting di Kudus.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Agustian Fardianto menyerahkan bantuan secara simbolis berupa susu formula dan pemberian makanan tambahan kepada anak stunting di Puskesmas Dawe, Jumat (2/12/2022).

Kegiatan itu disaksikan pula oleh ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kudus, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dan PLT Kepala Puskesmas Dawe.

“Kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab, komitmen dan kepedulian kami terhadap masyarakat melalui program Organization Social Responsibility (OSR) guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat,” jelas Ardi.

Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kudus telah bersinergi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kudus dengan melahirkan pencanangan Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (GOTAAS). Keberhasilan program tersebut tentunya harus didukung oleh semua pihak untuk bersama-sama menurunkan angka kasus stunting.

“Kami mendoakan semoga niat baik kita ini dapat terus berjalan. Anak-anak stunting yang saat ini mengikuti program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan orangtua terus bersemangat, ulet dalam memberikan gizi yang baik dan yakin akan mendapatkan hasil yang baik serta bisa tumbuh dengan normal,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Ancam Tutup TPA Tanjungrejo, Sam'ani Bakal Carikan Solusi
BPJS Kesehatan Cabang Kudus menyerahkan bantuan secara simbolis berupa susu formula dan pemberian makanan tambahan kepada anak stunting di Puskesmas Dawe. (Foto:Istimewa)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Andini Aridewi, menyampaikan terima kasihnya kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kudus atas support dalam pengentasan kasus stunting di Kabupaten Kudus.

Pihaknya juga mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan Cabang Kudus yang telah memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada para peserta JKN. Salah satunya, terkait dengan kasus stunting serta Tim Gizi dan KIA dari Puskesmas Dawe yang sudah memantau stunting di wilayah Kecamatan Dawe.

“Ini adalah upaya kita bersama, tidak hanya dibantu PMT, seperti susu, telur dan sebagainya, tapi intinya adalah apa yang disampaikan oleh dokter atau tim medis dapat dilaksanakan di rumah” jelasnya.

Andini berharap, kegiatan tersebut dapat menyelamatkan anak-anak dan generasi penerus bangsa agar pertumbuhan dan perkembangannya dapat optimal.

“Cegah Stunting! Itu penting,” pungkasnya.

Sementara itu, PLT Kepala Puskesmas Dawe, Dokter Atiek Herawati juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak yang hadir sehingga program yang dilaksanakan di Puskesmas Dawe dapat terlaksana dengan baik.

“Semoga Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (Gotaas) ini bermanafat bagi anak-anak dan orang tua untuk meningkatkan gizi anak Indonesia, menuju anak Indonesia yang sehat dan cerdas,” jelasnya. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru