Jurnalpantura.id, Kudus – Pameran dan Kontes Bonsai tingkat nasional di Kabupaten Kudus sukses menyedot animo dari para penggemar di Tanah Air. Sebanyak 555 pohon ikut dalam penilaian untuk mendapatkan predikat bonsai terbaik.
Bonsai milik Gunawan dari Kabupaten Rembang, terpilih menjadi Best In Class Madya sekaligus Best In Show. Melalui putranya, Wayan Wibowo Putra membeberkan bahwa bonsai yang telah dirawat sejak setahun lalu itu memiliki treatment sendiri.
Wayan merawat pohon bonsai jenis santigi dengan rutin menyiram air tawar sehari dua kali. Ia juga rutin memberikan pupuk untuk membantu kesuburan tanah. Uniknya, Ia juga menyirami pohon dengan air laut sebulan sekali.
“Air laut ini fungsinya untuk membuat daunnya segar dan bagus,” kata Wayan.
Ia membeberkan bahwa bonsai satigi ini dibeli dengan harga Rp 80 juta. Setelah dirawat satu tahun secara tekun, pohonnya berbentuk sangat bagus dengan daun yang segar dan lebat. Ia mengaku ada yang menawar hingga Rp 200 juta.
“Ada yang nawar Rp 200 juta tapi ngga dilepas,” tandasnya sembari senyum dan tak ingin membeberkan alasannya.
Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengapresiasi penyelenggaraan pameran bonsai yang digagas oleh Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPJI) cabang Kudus berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
“Semoga dengan adanya ini, bisa menambah pecinta bonsai, lingkungan Kudus jadi asri. Ini untuk memberikan edukasi dan regenerasi juga untuk pecinta bonsai juga,” ujar Sam’ani membuka Pameran Bonsai, Sabtu, 25 Oktober 2025.
Bupati menilai bahwa dengan adanya pameran bonsai tingkat nasional semacam ini, maka masyarakat bisa tahu bahwa bonsai tak hanya sebatas sebuah hobi yang biasa saja, tetapi juga nilai ekonomi yang tinggi.
Penasehat Pameran Bonsai Kudus, Sulaiman menyebut bahwa dalam kegiatan ini juga diadakan kontes bonsai, yang pesertanya dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Kalimantan.
Ada tiga kategori kontes yang diadakan, yakni kelas bahan, pratama dan madya. Setiap kelas akan dipilih yang terbaik oleh juri profesional yang dipilih langsung oleh PPJI Pusat. Pemenang akan diberikan penghargaan berupa trofi dan uang tunai.
“Ada berbagai jenis bonsai yang ikut pameran dan kontes kali ini, harga ada yang sampai Rp 1 miliar,” tuturnya.
Dengan adanya pameran bonsai, pihaknya berharap akan muncul lebih banyak lagi pecinta miniatur pohon ini di Kabupaten Kudus dan daerah-daerah lainnya. Di samping itu, sebagai bentuk regenerasi kepada anak-anak muda.
“Kita juga ada kegiatan edukasi, kita berikan pelatihan terkait bagaimana membuat sampai merawat tanaman bonsai,” tandasnya. (J05/A01)










