Blusukan ke Sekolah dan Ponpes, Polsek Kudus Kota Warnai MPLS dengan Pembinaan Karakter

- Jurnalis

Sabtu, 3 Agustus 2024 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Kudus Kota, Iptu Subkhan berfoto bersama dengan siswa dan guru di SMAN 1 Kudus. (Foto:JP)

Kapolsek Kudus Kota, Iptu Subkhan berfoto bersama dengan siswa dan guru di SMAN 1 Kudus. (Foto:JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2024/2025 di tingkat SMA, SMK dan MTs serta pondok pesantren di wilayah Kecamatan Kota Kudus dijadikan sarana pembinaan kamtibmas oleh Polsek Kudus Kota.

MPLS adalah kegiatan pertama masuk sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri serta pembinaan awal kultur budaya sekolah sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016.

Memanfaatkan moment tersebut Kapolsek Kudus Kota Iptu Subkhan bersama jajarannya menyambangi beberapa SMA, SMK, MTs dan Ponpes di wilayah Kecamatan Kota Kudus karena selaras dengan Program Blusukan Ke Sekolah Dan Ponpes yang sudah dicanangkan sejak menjabat.

“Program Blusukan Ke Sekolah Dan Ponpes sudah kami lakukan secara rutin tiap bulan, dan kami intensifkan pada saat MPLS di beberapa sekolah dan pondok pesantren untuk memberikan materi antara lain pengenalan potensi diri, membangun karakter siswa dan santri, wawasan kebangsaan serta sosialisasi anti kekerasan di lingkungan sekolah dalam berbagai bentuk,” Kata Iptu Subkhan, Sabtu, 3 Agustus 2024.

Lebih lanjut Iptu Subkhan menyampaikan bahwa kegiatan MPLS yang dimulai tanggal 22 sampai 27 Juli 2024 di SMAN 1 Kudus, SMA Muhamadiyah Kudus, SMK Wisuda Karya, SMK Nusantara, SMK Bhakti, SMK Taman Siswa, MTs Qudsiyah Putra, MTs Qudsiyah Putri, Ponpes Ma’ahad Qudsiyah dan Ponpes Al Amanah, telah didatangi bersama staff jajarannya.

“Sadari potensi diri yang dimiliki sehingga bisa simaksimalkan untuk memiliki banyak kompetensi di lingkungan sekolah atau pesantren.  Semakin banyak kompetensi yang dimiliki maka akan semakin membuat diri lebih bernilai dan semakin dicari,” pesan Iptu Subkhan kepada para siswa dan santri.

Baca Juga :  UMK Pertahankan Sertifikasi ISO 21001:2018 Sistem Manajemen Lembaga Pendidikan

Iptu Subkhan dalam materinya juga menyampaikan bahwa yang lebih penting dari knowlege ilmu pengetahuan dan sklill keahlian serta lebih dapat membuat seseorang bernilai adalah atitude atau sikap perilaku.

Setinggi apapun ilmu pengetahuan dan keahlian yang dimiliki namun ketika sikap perilakunya jelek maka nilainya menjadi kosong.

Untuk itu jaga moral karakter dan performance karakter sehingga tidak terjebak pada perbuatan malanggar aturan yang diberlakukan di sekolah maupun di tengah masyarakat sampai pada perbuatan pidana, karena ketika usia dua belas tahun sampai dengan delapan belas tahun seseorang sudah dapat dimintai pertanggungjawaban pidana sesuai Undang-Undang System Peradilan Anak.

“Setiap perbuatan yang melanggar aturan akan membawa konsekuensi kepada diri sendiri, keluarga dan sekolah. Buat masing-masing diri untuk berlomba-lomba lebih bernilai dan berprestasi tanpa harus menjatuhkan pihak lainnya.  Itu akan lebih dapat membuat bangga diri sendiri, keluarga dan sekolah,” pesan Iptu Subkhan.

Atas kegiatan yang dilakukan Polsek Kudus Kota beserta jajarannya dari pihak sekolah mengucapkan apreasiasi dan sangat berterima kasih, karena materi yang disampaikan sedikit banyak akan menambah wawasan para siswa dan santri serta mampu memberikan kisi-kisi untuk membentuk karakter yang baik serta me dorong untuk berprestasi. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 82 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru