Jurnalpantura.id, Kudus – Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan Akademi Silat Kudus (ASK) pada Kejuaraan Pencak Silat Challenge Open Tingkat Nasional di GOR Sasana Krida Purbalingga. Membawa pulang 38 medali emas, 15 perak, dan 5 perunggu, kontingen ASK sukses mengukuhkan diri sebagai juara umum dalam ajang yang diikuti sekitar 500 pesilat dari berbagai daerah tersebut.
Pelatih Bangau Ruyung, Mas’ud, mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih para atlet. Menurutnya, hasil tersebut menjadi buah dari kerja keras atlet, pelatih, serta dukungan berbagai pihak selama proses pembinaan berlangsung.
“Alhamdulillah ASK juara umum. Kami berhasil meraih juara umum satu tingkat usia dini, juara umum satu pra remaja, juara umum dua remaja, Grand Champion satu, dan juara satu favorit,” ujar Mas’ud.
Ia menjelaskan, perolehan medali ASK didominasi atlet pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Atlet tingkat sekolah dasar (SD) menyumbangkan 18 medali emas, kemudian tingkat sekolah menengah pertama (SMP) meraih 16 emas, sedangkan kategori sekolah menengah atas (SMA) menyumbang empat emas.
Keberhasilan tersebut diraih setelah ASK menurunkan 58 atlet dalam kompetisi yang berlangsung pada 1-2 Agustus 2026. Sebelumnya, para atlet diberangkatkan dari depan Gedung DPRD Kudus, Jumat (31/7/2026), dengan membawa misi membawa pulang gelar juara umum.
Mas’ud mengatakan, dari total 58 atlet yang tampil, sebanyak 57 pesilat berasal dari perguruan Bangau Ruyung, sementara satu atlet lainnya berasal dari Persaudaraan Jati Diri Nusantara. Seluruh atlet tersebut bergabung dalam satu kontingen untuk membawa nama Akademi Silat Kudus di tingkat nasional.
“Semua atlet tampil membawa nama ASK. Mereka bertanding dengan semangat untuk mengharumkan nama perguruan dan Kabupaten Kudus,” katanya.
Dalam kejuaraan tersebut, para pesilat mengikuti dua nomor pertandingan, yakni kategori seni dan kategori tanding. Atlet yang diturunkan berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari usia dini tingkat SD hingga kategori pelajar SMP dan SMA.
Mas’ud menyebut keberhasilan ASK tidak terlepas dari persiapan panjang yang dilakukan sebelum mengikuti kejuaraan. Para atlet menjalani latihan rutin sebanyak lima kali dalam satu pekan untuk menjaga kondisi fisik, teknik, serta mental bertanding.
“Latihan tetap kami lakukan secara konsisten, baik ada pertandingan maupun tidak. Ketika ada kejuaraan, atlet tinggal melakukan pematangan agar siap tampil maksimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kejurnas Pencak Silat Purbalingga juga menjadi ajang evaluasi bagi para atlet sebelum menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah yang akan digelar di Semarang pada September mendatang.
Menurutnya, pengalaman bertanding di level nasional menjadi modal penting untuk mengukur kemampuan atlet, terutama dalam menghadapi tekanan pertandingan dan meningkatkan kualitas teknik.
“Kejuaraan ini menjadi try out bagi kami. Dari sini kami bisa melihat perkembangan atlet dan melakukan evaluasi sebelum tampil di Popda,” ungkap Mas’ud.
Mas’ud berharap prestasi yang diraih ASK dapat menjadi motivasi bagi para atlet muda untuk terus berkembang. Ia menegaskan, pembinaan pencak silat tidak hanya berfokus pada kemampuan bertanding, tetapi juga membentuk karakter dan mental para pesilat sejak usia dini.
“Atlet usia dini membutuhkan pendampingan lebih. Kami tidak hanya melatih teknik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan mental agar mereka siap menghadapi berbagai kompetisi,” pungkasnya. (J02/A01)










