Baru Berjalan 25 Persen, DPRD Kudus Minta Tambah Jumlah Pekerja untuk Pembangunan Pustu Colo

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Colo, Kecamatan Dawe, pada Selasa, 14/10/2025. (Foto:JP)

Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Colo, Kecamatan Dawe, pada Selasa, 14/10/2025. (Foto:JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Colo, Kecamatan Dawe, pada Selasa, 14/10/2025.

Sidak ini dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target dan kualitas bangunan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto, mengatakan bahwa sidak ini merupakan bentuk pengawasan langsung terhadap proyek yang menggunakan dana publik.

Dari hasil tinjauan lapangan, pihaknya menemukan bahwa progres pembangunan baru mencapai sekitar 25 persen, padahal waktu pengerjaan tersisa kurang dari dua bulan.

“Ke depan tentu akan kita evaluasi lagi. Kita ingin memastikan progres selanjutnya terus meningkat,” ujarnya usai sidak.

Menurut Mardijanto, untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pelaksana proyek perlu segera menambah jumlah tenaga kerja. Ia menyebut, awalnya hanya ada 12 pekerja di lapangan, jumlah yang dinilai tidak cukup untuk menyelesaikan proyek tepat waktu.

“Kami mendorong agar ditambah menjadi lebih dari 20 orang. Kalau perlu, terapkan sistem lembur agar pengerjaan tidak molor,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh mengabaikan kualitas bangunan.

Menurutnya, karena bangunan ini nantinya digunakan oleh masyarakat untuk pelayanan kesehatan, maka harus dibangun sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan.

Baca Juga :  Seratus Warga Bacin Terima Sertifikat Tanah Gratis

“Percepatan boleh, tapi kualitas harus tetap dijaga. Jangan asal jadi,” tambah Mardijanto.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinas Kesehatan Kudus, Ahmad Muhammad, menjelaskan bahwa pembangunan Pustu Colo ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta didukung oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Nilai kontrak proyek tercatat sekitar Rp 962,3 juta.

Ahmad menyebut bahwa pihaknya juga terus mengawasi pelaksanaan pembangunan secara teknis. Ia menilai, kelancaran proyek sangat bergantung pada kecukupan material dan tenaga kerja di lapangan.

“Material dan tenaga kerja harus cukup agar target tercapai. Kami terus mengingatkan pelaksana agar memperhatikan kualitas pekerjaan,” ujarnya.

Pustu Colo dibangun dengan tujuan mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah pegunungan. Dengan luas lahan hampir 1.000 meter persegi, fasilitas ini diharapkan mampu melayani masyarakat Desa Colo dan sekitarnya dengan lebih baik, tanpa harus pergi jauh ke puskesmas induk di pusat kota. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 129 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru