Jurnalpantura.id, Kudus – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Colo, Kecamatan Dawe, pada Selasa, 14/10/2025.
Sidak ini dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target dan kualitas bangunan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto, mengatakan bahwa sidak ini merupakan bentuk pengawasan langsung terhadap proyek yang menggunakan dana publik.
Dari hasil tinjauan lapangan, pihaknya menemukan bahwa progres pembangunan baru mencapai sekitar 25 persen, padahal waktu pengerjaan tersisa kurang dari dua bulan.
“Ke depan tentu akan kita evaluasi lagi. Kita ingin memastikan progres selanjutnya terus meningkat,” ujarnya usai sidak.
Menurut Mardijanto, untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pelaksana proyek perlu segera menambah jumlah tenaga kerja. Ia menyebut, awalnya hanya ada 12 pekerja di lapangan, jumlah yang dinilai tidak cukup untuk menyelesaikan proyek tepat waktu.
“Kami mendorong agar ditambah menjadi lebih dari 20 orang. Kalau perlu, terapkan sistem lembur agar pengerjaan tidak molor,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh mengabaikan kualitas bangunan.
Menurutnya, karena bangunan ini nantinya digunakan oleh masyarakat untuk pelayanan kesehatan, maka harus dibangun sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan.
“Percepatan boleh, tapi kualitas harus tetap dijaga. Jangan asal jadi,” tambah Mardijanto.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinas Kesehatan Kudus, Ahmad Muhammad, menjelaskan bahwa pembangunan Pustu Colo ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta didukung oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Nilai kontrak proyek tercatat sekitar Rp 962,3 juta.
Ahmad menyebut bahwa pihaknya juga terus mengawasi pelaksanaan pembangunan secara teknis. Ia menilai, kelancaran proyek sangat bergantung pada kecukupan material dan tenaga kerja di lapangan.
“Material dan tenaga kerja harus cukup agar target tercapai. Kami terus mengingatkan pelaksana agar memperhatikan kualitas pekerjaan,” ujarnya.
Pustu Colo dibangun dengan tujuan mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah pegunungan. Dengan luas lahan hampir 1.000 meter persegi, fasilitas ini diharapkan mampu melayani masyarakat Desa Colo dan sekitarnya dengan lebih baik, tanpa harus pergi jauh ke puskesmas induk di pusat kota. (J05/A01)










