Atlet Bangau Ruyung Kudus ikuti Student International Indonesia Open Pencak Silat Championship 2024

Olahraga574 Dilihat

Jurnalpantura.id, Kudus – Perguruan pencak silat Bangau Ruyung Kudus, Ahad 07/07/2024 pagi memberangkatkan 30 atletnya ke Jakarta.

Keberangkatan untuk mengikuti kejuaraan “Studen International Indonesia Open Pencak Silat Championship 2024”.

Acara ini digelar di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta mulai Senin – Kamis (8-11 Juli 2024).

Ketua perguruan pencak silat Bangau Ruyung Kudus, Ahmad mengatakan persiapan para atletnya ini sudah dimulai selama 3 bulan. Mereka kata Ahmad sudah disiapkan secara fisik dan mentalnya. Dari 30 atlet yang dikirim kata dia, 13 atlet putra dan 17 atlet putri. Untuk kejuaraan ini terdapat kategori tanding 13 kelas dan kategori seni ada 3 kelas.

“Atlet dari SD 8 anak, SMP 17 anak dan SMA 5 anak. Untuk target kami adalah juara umum mengingat peserta terbanyak dalam kejuaraan ini dari padepokan Bangau Ruyung. Untuk target medali yang bisa kita raih, tingkat SD di kelas dengan berat badan 30 – 40 kg. Lalu kategori tanding tingkat SMP dengan berat badan 40 – 45 kg. Dan kategori tanding tingkat SMA dengan berat badan 40 – 50 kg,” ujar Ahmad, Senin (8/7/2024).

Sementara itu Ketua KONI Kudus, Sulistiyanto mengatakan dirinya sangat mengapresiasi atas keikutsertaan para atlet pencak silat dari perguruan Bangau Ruyung. Dia mengaku bangga karena para atlet pencak silat ini sudah disiapkan dengan baik  oleh para pelatih dari perguruan Bangau Ruyung.

‘Kami berharap mereka nanti mampu untuk menjadi juara umum dalam kejuaraan itu. Ini sesuai dengan target yang dicanangkan oleh IPSI Kabupaten Kudus. Kejuaraan ini juga menjadi salah satu tolok ukur bagaimana hasil latihan selama ini. Setelah usai kejuaraan itu, nanti dilakukan evaluasi lagi begitu seterusnya sehingga akan mampu menghasilkan atlet – atlet pencak silat terbaik dari Kudus,” ujar Sulis panggian akrabnya.

Harapannya, para perguruan pencak silat di Kudus lainnya juga melakukan hal yang sama agar secara aktif mengikuti kejuaraan – kejauraan. Ini dimaksudkan untuk mengasah hasil latihan serta salah satu progres agar dapat dilihat hasil latihan selama ini.

Sulis juga memberikan apresiasi atas partisipasi para orang tua atlet pencak silat perguruan Bangau Ruyung ini. Tanpa peran serta dan dukungan orang tua, sedikit atlet yang akan berlaga di kejuaraan internasional ini.

“Peran serta orang tua atlet ini sungguh luar biasa. Biaya ke Jakarta untuk kejuaraan ini dilakukan secara swadaya. Mereka ikut dalam pembiayaan para atlet ini sehingga dapat ikut serta di kejuaraan internasional. Ini yang patut ditiru oleh para peguruan silat lainnya di Kudus,” pungkasnya. (J06/A01)

Komentar