Angkat Tema “Scene The Unseen”, 17 Karya Masuk Nominasi Festival Film Anak Bangsa (FFAB) 2026

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi pers, Festival Film Anak Bangsa di Balai Budaya Rejosari, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Konferensi pers, Festival Film Anak Bangsa di Balai Budaya Rejosari, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus — Festival Film Anak Bangsa (FFhAB) 2026 kembali hadir sebagai ruang apresiasi dan pengembangan kreativitas generasi muda Indonesia dalam bidang perfilman.

Mengusung tema “Scene The Unseen”, festival ini mendorong para pembuat film muda dan independen untuk mengangkat cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi sering luput dari perhatian.

Pada penyelenggaraan tahun ini, FFAB mencatat antusiasme yang besar dari para pembuat film muda dan independen. Sebanyak 92 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti proses submisi film.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 film berhasil lolos kurasi dan akan menjadi bagian dari rangkaian Festival Film Anak Bangsa 2026.

Sebagai bentuk apresiasi dan upaya memperluas jangkauan penonton, 30 film yang lolos kurasi akan ditayangkan secara online dan gratis melalui website Sinea.id.

Dengan demikian, masyarakat dari berbagai daerah dapat menikmati karya-karya terpilih generasi muda tanpa biaya, sekaligus ikut merayakan keberagaman cerita yang hadir dari berbagai sudut Indonesia.

Sebelum memasuki rangkaian utama festival, FFAB 2026 juga telah menyelenggarakan program diskusi dan pemutaran film di 6 titik yang tersebar di wilayah Kudus, Jepara, dan Pati.

Program ini menjadi bagian dari komitmen festival untuk tidak hanya menghadirkan film sebagai tontonan, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan, percakapan, dan pembelajaran bersama masyarakat.

Melalui program tersebut, FFAB berupaya mendekatkan film kepada komunitas lokal dan membuka ruang dialog antara pembuat film, penonton, serta pelaku kreatif.

Tema “Scene The Unseen” lahir dari keinginan untuk memberi ruang bagi cerita-cerita yang sebenarnya ada di sekitar masyarakat, tetapi jarang terdengar, tidak terlihat, atau tidak terdokumentasikan.

Cerita tentang rumah, pertemanan, pekerjaan, keresahan, mimpi, dan kehidupan komunitas menjadi bagian dari realitas sehari-hari yang sering dianggap biasa, padahal memiliki nilai kemanusiaan dan kekuatan cerita yang besar.

Asa Jatmiko, perwakilan GsT, menegaskan bahwa festival ini merupakan ruang penting untuk mendukung tumbuhnya generasi muda dan komunitas film.

“Kehadiran GsT dalam festival ini menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan ruang-ruang kreatif yang memungkinkan anak muda bertemu, belajar, berdiskusi, dan berkarya melalui medium film,” katanya.

Dari sisi penyelenggaraan, Elang Ade Iswara sebagai perwakilan panitia Festival Film Anak Bangsa menyampaikan bahwa FFAB 2026 tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pada proses membangun ruang apresiasi yang lebih luas.

Baca Juga :  119 Desa di Kudus Dirikan BUMDes, 35 Sudah Menghasilkan PADes

Melalui data peserta, rangkaian acara, program diskusi dan pemutaran film yang telah berlangsung, serta keterlibatan berbagai pihak, festival ini diharapkan dapat menjadi wadah yang berkelanjutan bagi pertumbuhan ekosistem film muda di daerah maupun nasional.

“Tahun lalu, Sineas Kudus tidak ada yang ikut tapi tahun ini ada dua peserta yang ikut, semoga ini menjadi pemantik untuk tahun-tahun ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, dari perspektif penjurian, Cornel Innos sebagai perwakilan dewan juri Festival Film Anak Bangsa 2026 menjelaskan bahwa proses kurasi tidak hanya melihat aspek teknis.

“Tetapi juga kekuatan gagasan, cara bertutur, relevansi tema, serta kemampuan film dalam menghadirkan perspektif yang jujur dan segar,” tuturnya.

Tema “Scene The Unseen” menjadi pijakan penting dalam membaca karya-karya peserta, terutama dalam melihat bagaimana film mampu mengangkat pengalaman yang dekat dengan kehidupan, tetapi sering luput dari perhatian.

Dukungan terhadap penyelenggaraan FFAB 2026 juga datang dari Richardus Frans Hendarto, MSF, perwakilan Balai Budaya Rejosari.

Kehadiran Balai Budaya Rejosari sebagai ruang kegiatan menunjukkan pentingnya kolaborasi antara komunitas, lembaga budaya, dan pelaku kreatif dalam membangun ekosistem seni yang terbuka bagi generasi muda.

Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat peran Balai Budaya Rejosari sebagai ruang perjumpaan, pembelajaran, dan pengembangan kreativitas masyarakat.

Dewan juri Festival Film Anak Bangsa 2026 terdiri dari sosok-sosok profesional di bidang perfilman, yaitu Faradina Mufti, aktris nasional; Wahyu Agung Prasetyo, Director Ravacana Films; serta Cornel Innos, Director GsT, sebagai perwakilan dewan juri.

Kehadiran festival ini diharapkan dapat membuka peluang bagi generasi muda, komunitas kreatif, pelajar, mahasiswa, serta pembuat film independen untuk terus berkarya dan mengekspresikan gagasan mereka melalui film.

Lebih dari sekadar festival, FFAB 2026 menjadi ruang untuk melihat kembali cerita-cerita kecil yang selama ini kerap terlewat, tetapi memiliki kekuatan untuk menghubungkan banyak perspektif.

Festival Film Anak Bangsa percaya bahwa cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat memiliki daya untuk menyadarkan, mempertemukan, dan membangun percakapan.

Dengan mengangkat yang sering terlewat menjadi cerita, sinema dapat terasa lebih dekat, relevan, dan dirayakan bersama. (J05/A01)

Berita Terkait

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II
Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman
Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan
Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477
Kudus Fashion on the Street Meriah, Produk Fesyen Lokal Jadi Sorotan
Musthofa Ingatkan Generasi Muda: Pancasila Bukan Sekadar Hafalan
Sabtu Besok, CFN dan Karnaval Budaya Hari Jadi Kudus Bakal Padati Kawasan Simpang Tujuh
Berita ini 57 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman

Minggu, 27 September 2026 - 11:39 WIB

Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:58 WIB

Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Senin, 21 September 2026 - 16:12 WIB

680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477

Berita Terbaru