Berjalan Kaki, Warga Menawan Tolak Balai Diklat Sonya Warih Jadi Tempat Karantina

- Jurnalis

Senin, 6 April 2020 - 06:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah berjalan kaki, perwakilan warga Desa Menawan melakukan orasi di depan Balai Diklat Sonya Warih (Foto:J02)

Setelah berjalan kaki, perwakilan warga Desa Menawan melakukan orasi di depan Balai Diklat Sonya Warih (Foto:J02)

Jurnalpantura.id, Kudus – Puluhan warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog kompak menolak rencana Pemerintah Kabupaten menjadikan Balai Diklat Sonya Warih sebagai lokasi karantina pemudik, Senin, 06/04/2020

Argo Wibowo, Ketua Aksi Demo Warga Menawan mengatakan berdasarkan data yang dihimpun Pemerintah Desa setempat, hingga Senin, 6 April 2020, ada ratusan warga desanya yang pulang dari perantauan.

Puluhan warga Desa Menawan berjalan kaki menolak Balai Diklat Sonya Warih di jadikan lakasi Karantina (Foto:J02)

Mereka kini ditetapkan sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan diminta melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.

Data para ODP ini, lanjut Argo, telah disampaikan ke Pemerintah Kecamatan dan Puskesmas terdekat untuk ditindaklanjuti dengan pemeriksana kesehatan dan rapid test. Lama menunggu, pihaknya menyayangkan sampai saat ini mereka belum mendapatkan penanganan.

“Warga kami sebanyak itu, sampai saat ini nasibnya belum jelas. Ini dari Pemkab Kudus justru buat rencana tempat kami mau dijadikan lokasi karantina pemudik dari luar (Menawan). Hal ini kami tolak,” ujarnya Argo Wibowi saat orasi penolakan di halaman Balai Diklat Sonya Warih Menawan, Senin, 06/04/2020.

Muhammad Ali Punjabi, Plt Sekdes Menawan saat menjelaskan alasan penolakan warga Desa Menawan (Foto:J02)

Hal senada juga diungkapkan oleh Muhammad Ali Munjabi, Plt. Sekertaris Desa Menawan. Pihaknya mewakili Pemerintah Desa mengaku setuju dengan instruksi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang meminta setiap desa menyediakan tempat karantina bagi para pemudik asal daerahnya masing-masing.

Baca Juga :  UMK Gelar Gathering dan Kick Off Penerimaan Mahasiswa Baru: Kuliah Dekat, Lulus Cepat, Biaya Hemat

“Saya rasa hal semacam ini lebih baik dan bisa lebih diterima masyarakat maupun pemudik,” katanya pada awak media di lokasi demo.

Pihaknya mewakili Pemerintah Desa juga mengaku siap mengalokasikan anggaran untuk kegiatan karantina pemudik. (J02/A01)

Berita Terkait

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II
Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman
Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan
Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477
Kudus Fashion on the Street Meriah, Produk Fesyen Lokal Jadi Sorotan
Musthofa Ingatkan Generasi Muda: Pancasila Bukan Sekadar Hafalan
Sabtu Besok, CFN dan Karnaval Budaya Hari Jadi Kudus Bakal Padati Kawasan Simpang Tujuh
Berita ini 282 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman

Minggu, 27 September 2026 - 11:39 WIB

Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:58 WIB

Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Senin, 21 September 2026 - 16:12 WIB

680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477

Berita Terbaru