Ratusan Sopir dan Kernet Tolak BRT Masuk Demak

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2020 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paguyuban Pengemudi Putra Kota Wali mendatangi kantor DPRD Demak, Mereka ditemui langsung oleh Ketua DPRD Demak Fahrudin Bisri Slamet beserta sejumlah anggota DPRD (Foto:J19)

Paguyuban Pengemudi Putra Kota Wali mendatangi kantor DPRD Demak, Mereka ditemui langsung oleh Ketua DPRD Demak Fahrudin Bisri Slamet beserta sejumlah anggota DPRD (Foto:J19)

Jurnalpantura.id, Demak – Ratusan awak bus yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Putra Kota Wali mendatangi kantor DPRD Demak, Kamis 12/03/2020.

Mereka ditemui langsung oleh Ketua DPRD Demak Fahrudin Bisri Slamet beserta sejumlah anggota DPRD Demak lainnya untuk menyampaikan aspirasinya.

Di hadapan para wakil rakyat, sopir, kernet dan pengusaha bus jurusan Semarang – Demak itu menyatakan keberatannya Bus Rapid Transit (BRT) masuk Demak.

“Kami menolak BRT masuk Demak. Jika dipaksakan 300 an pengemudi dan kernet akan kehilangan mata pencahariannya, bagaimana nasib keluarga mereka,” kata Kholif Indroprasetyo, Ketua Paguyuban Pengemudi Putra Kota Wali.

Penolakan BRT masuk Demak, sambung Kholif, bukan tanpa alasan. Selain sepinya penumpang, terminal tipe A juga belum jadi dan beroperasi.

“Selama ini, penumpang disini tidak pernah terlantar. Pada jam – jam sepi terutama pukul 08.00 WIB ke atas, tidak ada penumpang, banyak armada kosong. Kok nekat dipaksakan BRT mau masuk wilayah Demak,”ungkap Kholif.

Baca Juga :  Gagal Raup Suara Saat Nyaleg, Sunarto Sukses Raih Score Tertinggi Dari Pansel

“Yang penting ada terminal dulu. Kalau terminal tipe A sudah jadi dan beroperasi, mungkin kami bisa menyadarinya,” kata Kholif lagi yang diamini rekan – rekannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Demak Fahrudin Bisri Slamet mengatakan, dia dan anggota DPRD Demak lainnya baru mendengar persoalan BRT dari paguyuban. Selama ini DPRD Demak tidak diberitahu dan dilibatkan ketika ada sosilaisasi terkait rencana BRT masuk ke Demak.

Menurut Slamet, BRT masuk visi misi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), program tersebut tentunya tidak akan menyengsarakan masyarakat.

“Pengangguran terkait BRT harusnya tidak ada, bisa saja nantinya sopir bus jadi sopir BRT. Nanti kita akan komunikasi dengan provinsi. Insya Allah minggu depan kita undang mereka untuk duduk bareng bersama terkait BRT ini,” kata Slamet. (J19/A01)

Berita Terkait

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II
Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman
Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan
Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477
Kudus Fashion on the Street Meriah, Produk Fesyen Lokal Jadi Sorotan
Musthofa Ingatkan Generasi Muda: Pancasila Bukan Sekadar Hafalan
Sabtu Besok, CFN dan Karnaval Budaya Hari Jadi Kudus Bakal Padati Kawasan Simpang Tujuh
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman

Minggu, 27 September 2026 - 11:39 WIB

Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:58 WIB

Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Senin, 21 September 2026 - 16:12 WIB

680 Penari Lajur Caping Kalo Siap Ukir Sejarah Lewat Rekor MURI di HUT ke-477

Berita Terbaru