Libatkan 296 Murid SD dan SMP, Pertukaran Pelajar Kudus Siap Digelar Akhir Juli 2026

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelepasan program pertukaran pelajar lokal di Kabupaten Kudus pada Januari 2026. (Foto: J05)

Pelepasan program pertukaran pelajar lokal di Kabupaten Kudus pada Januari 2026. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kembali menggulirkan program pertukaran pelajar lokal pada tahun ajaran 2026/2027.

Setelah pelaksanaan perdana dinilai berhasil pada awal tahun ini, jumlah peserta untuk gelombang kedua ditambah menjadi 296 murid dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Program yang merupakan gagasan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, itu dirancang untuk memberikan pengalaman belajar di lingkungan sekolah yang berbeda.

Selain memperluas wawasan peserta didik, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter, kemampuan beradaptasi, serta interaksi antarmurid dari berbagai sekolah di Kabupaten Kudus.

Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Maulana Majid, mengatakan seluruh tahapan persiapan kini tengah berjalan sesuai jadwal.

Sosialisasi petunjuk teknis telah dilaksanakan pada 23 Juni 2026, disusul pendaftaran peserta pada 24–30 Juni.

“Program ini akan diikuti 80 murid dari 20 SD dan 216 murid dari 36 SMP. Masing-masing SD mengirim empat peserta, sedangkan SMP mengirim enam peserta,” ujar Majid, Kamis, 2/7/2026.

Saat ini Disdikpora memasuki tahap pemetaan peserta dan sekolah tujuan yang berlangsung pada 2–9 Juli 2026. Setelah itu, seluruh peserta akan mengikuti pembekalan sebelum resmi dilepas mengikuti program pertukaran pelajar pada 21 Juli mendatang.

Pelaksanaan pertukaran pelajar dijadwalkan berlangsung mulai 27 Juli hingga awal Agustus 2026. Berbeda dengan pelaksanaan perdana, durasi program kali ini diperpanjang sebagai tindak lanjut atas hasil evaluasi dari berbagai pihak.

Baca Juga :  Pendapatan di Bawah Rp 800 Ribu, Lebih dari 63 Ribu Jiwa Hidup dalam Kategori Sangat Miskin

“Durasinya kami tambah karena berdasarkan evaluasi bersama guru, orang tua, dan murid, mereka berharap waktu pelaksanaan lebih panjang agar pengalaman belajar di sekolah tujuan lebih maksimal,” jelasnya.

Peserta program berasal dari murid kelas V SD dan kelas VIII SMP. Seleksi dilakukan secara mandiri oleh masing-masing sekolah dengan mempertimbangkan kesiapan akademik maupun karakter peserta untuk mengikuti pembelajaran di sekolah lain selama program berlangsung.

Majid mengungkapkan, jumlah peserta tahun ini juga mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Penambahan kuota dilakukan karena tingginya minat sekolah dan murid yang ingin terlibat setelah melihat pelaksanaan program perdana.

“Banyak sekolah dan murid yang sebelumnya belum sempat ikut menyampaikan keinginan untuk berpartisipasi. Karena itu, pada pelaksanaan kedua ini jumlah peserta kami tambah,” katanya.

Selain mengembangkan program pertukaran bagi siswa, Disdikpora Kudus juga mulai menyiapkan skema pertukaran untuk tenaga pendidik.

Saat ini penyusunan standar operasional prosedur (SOP) masih dilakukan, termasuk pembahasan mengenai mata pelajaran yang akan diprioritaskan.

“Program untuk guru sedang kami siapkan. Kemungkinan pelaksanaannya terpisah dengan pertukaran pelajar, dan saat ini kami masih mengkaji guru mata pelajaran apa yang nantinya akan diikutsertakan,” pungkas Majid. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru