Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kembali menggulirkan program pertukaran pelajar lokal pada tahun ajaran 2026/2027.
Setelah pelaksanaan perdana dinilai berhasil pada awal tahun ini, jumlah peserta untuk gelombang kedua ditambah menjadi 296 murid dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Program yang merupakan gagasan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, itu dirancang untuk memberikan pengalaman belajar di lingkungan sekolah yang berbeda.
Selain memperluas wawasan peserta didik, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter, kemampuan beradaptasi, serta interaksi antarmurid dari berbagai sekolah di Kabupaten Kudus.
Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Maulana Majid, mengatakan seluruh tahapan persiapan kini tengah berjalan sesuai jadwal.
Sosialisasi petunjuk teknis telah dilaksanakan pada 23 Juni 2026, disusul pendaftaran peserta pada 24–30 Juni.
“Program ini akan diikuti 80 murid dari 20 SD dan 216 murid dari 36 SMP. Masing-masing SD mengirim empat peserta, sedangkan SMP mengirim enam peserta,” ujar Majid, Kamis, 2/7/2026.
Saat ini Disdikpora memasuki tahap pemetaan peserta dan sekolah tujuan yang berlangsung pada 2–9 Juli 2026. Setelah itu, seluruh peserta akan mengikuti pembekalan sebelum resmi dilepas mengikuti program pertukaran pelajar pada 21 Juli mendatang.
Pelaksanaan pertukaran pelajar dijadwalkan berlangsung mulai 27 Juli hingga awal Agustus 2026. Berbeda dengan pelaksanaan perdana, durasi program kali ini diperpanjang sebagai tindak lanjut atas hasil evaluasi dari berbagai pihak.
“Durasinya kami tambah karena berdasarkan evaluasi bersama guru, orang tua, dan murid, mereka berharap waktu pelaksanaan lebih panjang agar pengalaman belajar di sekolah tujuan lebih maksimal,” jelasnya.
Peserta program berasal dari murid kelas V SD dan kelas VIII SMP. Seleksi dilakukan secara mandiri oleh masing-masing sekolah dengan mempertimbangkan kesiapan akademik maupun karakter peserta untuk mengikuti pembelajaran di sekolah lain selama program berlangsung.
Majid mengungkapkan, jumlah peserta tahun ini juga mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Penambahan kuota dilakukan karena tingginya minat sekolah dan murid yang ingin terlibat setelah melihat pelaksanaan program perdana.
“Banyak sekolah dan murid yang sebelumnya belum sempat ikut menyampaikan keinginan untuk berpartisipasi. Karena itu, pada pelaksanaan kedua ini jumlah peserta kami tambah,” katanya.
Selain mengembangkan program pertukaran bagi siswa, Disdikpora Kudus juga mulai menyiapkan skema pertukaran untuk tenaga pendidik.
Saat ini penyusunan standar operasional prosedur (SOP) masih dilakukan, termasuk pembahasan mengenai mata pelajaran yang akan diprioritaskan.
“Program untuk guru sedang kami siapkan. Kemungkinan pelaksanaannya terpisah dengan pertukaran pelajar, dan saat ini kami masih mengkaji guru mata pelajaran apa yang nantinya akan diikutsertakan,” pungkas Majid. (J05/A01)










