Jurnalpantura.id, Kudus – Kabupaten Kudus mulai menyiapkan langkah lanjutan setelah Jawa Tengah resmi ditetapkan sebagai provinsi percontohan pertama untuk Program Insersi Pendidikan Perkoperasian di Indonesia.
Program ini akan mulai dirancang penerapannya di tingkat daerah.
Program tersebut sebelumnya diluncurkan pada 5 Juni 2026 oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Toni Toharudin.
Tujuannya adalah memperkenalkan nilai dan praktik koperasi sejak usia sekolah.
Di Kabupaten Kudus, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) masih melakukan koordinasi lintas instansi sebelum program ini benar-benar diterapkan pada tahun ajaran baru mendatang.
Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima gambaran awal terkait modul pembelajaran yang disiapkan pemerintah provinsi untuk jenjang SD, SMP, MI, hingga MTs.
“Untuk saat ini kami masih menunggu penyelarasan bersama instansi terkait. Jadi belum bisa langsung dijalankan karena masih perlu pembahasan teknis di daerah,” ujar Anggun, Selasa 9/6/2026.
Ia menyebutkan bahwa ada dua hal penting yang sedang dipersiapkan, yaitu model penyisipan materi koperasi dalam pembelajaran serta kesiapan tenaga pendidik dalam menyampaikan materi tersebut.
“Guru-guru harus lebih dulu dibekali. Jadi sebelum sampai ke siswa, perlu ada pelatihan atau penguatan materi dari dinas yang membidangi koperasi,” katanya.
Menurutnya, hingga kini belum ada keputusan final apakah materi koperasi akan dimasukkan ke mata pelajaran tertentu atau diajarkan melalui skema lain di luar struktur kurikulum utama.
“Belum diputuskan secara teknis, apakah nanti masuk ke mapel tertentu atau melalui kegiatan pembelajaran tambahan. Ini masih perlu dirumuskan agar sekolah tidak kebingungan,” tambahnya.
Meski begitu, ia menilai bahwa sebagian materi tentang koperasi sebenarnya sudah pernah diperkenalkan kepada siswa melalui mata pelajaran seperti Pendidikan Pancasila dan Ilmu Pengetahuan Sosial.
Namun dengan adanya program baru ini, materi tersebut akan diperkuat melalui modul khusus agar pemahaman siswa lebih terarah dan mendalam.
“Kami berharap dengan adanya program ini, anak-anak bisa lebih memahami konsep koperasi secara lebih baik dan tidak hanya sekadar teori,” tutupnya. (J05/A01)










