Jurnalpantura.id, Kudus – RS Aisyiyah Kudus menggelar kegiatan In House Training (IHT) atau pelatihan internal bagi tenaga kesehatan (nakes) pada Rabu, 29/4/2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan tenaga medis dalam menangani kondisi kegawatdaruratan, khususnya pada bayi yang baru lahir.
Sebanyak 40 tenaga kesehatan mengikuti pelatihan tersebut. Peserta terdiri dari perawat ruang ICU, perawat NICU, dokter umum, hingga dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Keterlibatan lintas unit ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi tim medis dalam situasi darurat.
Humas RS Aisyiyah Kudus, drg. Ika Oktaviani Risanti, menjelaskan bahwa pelatihan kali ini difokuskan pada materi, praktik, dan simulasi terkait penanganan kegawatdaruratan neonatal.
Menurutnya, kemampuan ini sangat penting dimiliki oleh seluruh tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelayanan persalinan dan perawatan bayi baru lahir.
Materi utama yang disampaikan mencakup resusitasi bayi, yaitu prosedur darurat untuk menyelamatkan bayi yang tidak bernapas, menangis lemah, atau memiliki denyut jantung rendah saat lahir.
“Selain teori, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik langsung melalui simulasi,” tuturnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari langkah-langkah penting dalam penanganan awal bayi baru lahir.
Tahapan tersebut meliputi menghangatkan bayi, memposisikan kepala dengan benar, membersihkan jalan napas, serta melakukan ventilasi tekanan positif (VTP) jika diperlukan.
“Materi disampaikan oleh dr. Sarah selaku dokter spesialis anak di RS Aisyiyah Kudus. Harapan kami, tenaga medis di sini bisa lebih terampil dalam menangani kondisi kegawatdaruratan,” ujar Ika.
Ia menambahkan bahwa kasus bayi lahir dengan kondisi darurat memang cukup sering ditemui di rumah sakit tersebut.
Ika juga menyebut bahwa IHT dijadwalkan rutin setiap tiga bulan sekali sebagai upaya menjaga kesiapsiagaan tenaga medis.
Melalui pelatihan ini, RS Aisyiyah Kudus berharap dapat terus meningkatkan mutu pelayanan sekaligus mendukung program pemerintah dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), khususnya di Kabupaten Kudus. (J05/A01)










