Jurnalpantura.id, Kudus – Rencana renovasi total Stadion Persiku Kudus terus berproses. Meski demikian, waktu pelaksanaan pembangunan masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari kementerian terkait.
Kabid olahraga pada Disdikpora Kudus, Widhoro Heriyanto, mengatakan bahwa hingga kini pihaknya masih menanti arahan resmi dari pemerintah pusat terkait kelanjutan proyek tersebut.
“Setelah melalui berbagai proses, untuk pelaksanaannya kami masih menunggu petunjuk dari kementerian. Namun saat paparan sebelumnya kami sudah menyampaikan beberapa hal, termasuk desain stadion ke depan,” ujar Widhoro saat diwawancarai di Pendopo Kudus, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, dalam rencana terbaru terdapat perubahan usulan kapasitas stadion. Awalnya kapasitas yang dibahas sekitar 6.000 penonton, namun kini diusulkan meningkat menjadi sekitar 8.000 hingga 10.000 kursi.
“Awalnya kalau tidak salah sekitar 6.000 penonton. Setelah ada komunikasi dan pembahasan, kami mengusulkan kapasitas sekitar 8.000 sampai 10.000 penonton,” jelasnya.
Menurutnya, stadion yang direncanakan nantinya akan menggunakan konsep single seat atau kursi tunggal untuk setiap penonton. Karena itu, jumlah kapasitas akhir masih bisa berubah menyesuaikan desain yang disetujui.
“Karena menggunakan single seat, kapasitasnya bisa saja sedikit berkurang atau bertambah. Tapi rencana awalnya di kisaran 8.000 sampai 10.000 penonton,” katanya.
Widhoro juga mengungkapkan bahwa pembangunan stadion kemungkinan dilakukan dengan membongkar seluruh bangunan lama. Hal ini turut berdampak pada keberadaan kios atau ruko yang selama ini berada di area stadion.
Saat ini tercatat ada sekitar 16 kios yang disewakan di lingkungan stadion. Meski begitu, ia menegaskan bahwa keberadaan penyewa tetap akan diperhatikan karena selama ini sudah ada kerja sama resmi.
“Setelah renovasi atau pembangunan selesai, tentu akan ada evaluasi terkait penyewaan ruko. Karena bisa saja ada perubahan, baik dari sisi jumlah kios maupun nilai sewanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, belum dapat dipastikan apakah jumlah kios nantinya akan tetap sama, bertambah, atau justru berkurang setelah stadion baru selesai dibangun.
“Belum tentu penyewa yang sekarang langsung diputus kontraknya. Namun setelah masa sewanya habis, tentu akan dilakukan evaluasi kembali terkait penyewaan,” tambahnya.
Sementara itu, terkait besaran anggaran pembangunan stadion, Widhoro menyebut pihaknya belum bisa menyampaikan secara resmi karena sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Untuk total anggaran kami belum bisa menyampaikan, karena itu merupakan kewenangan dari Kementerian PUPR,” katanya.
Dalam rencana pembangunan tersebut juga akan ada penyesuaian tata letak kawasan stadion, termasuk perluasan area untuk mendukung akses jalan, keamanan, serta kenyamanan penonton.
“Posisi stadion nantinya akan sedikit bergeser, terutama ke arah selatan dan timur. Hal ini untuk menyediakan akses jalan dan area pendukung lainnya,” pungkasnya. (J02/A01)










