Jurnalpantura.id, Kudus – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, meninjau langsung jalannya pertandingan PON Bela Diri Kudus 2025 di Djarum Arena, Kaliputu, Sabtu 18/10/2025.
Dalam kunjungan tersebut, ia mengamati secara rinci tiga cabang olahraga yang tengah dipertandingkan—sambo, shorinji kempo, dan pencak silat—serta berdialog dengan para technical delegate untuk memahami lebih dalam aturan, sistem penilaian, hingga mekanisme kompetisi di tiap cabang.
Pria kelahiran 21 Juli 1969 itu tampak antusias menelusuri setiap arena pertandingan. Rasa penasarannya muncul saat menyaksikan cabang sambo, bela diri asal Rusia yang dikembangkan sejak 1920-an oleh kalangan militer.
Ia menilai, penyelenggaraan berbagai cabang olahraga dalam satu kawasan seperti Djarum Arena bukan sekadar menunjukkan semangat kompetisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang luas bagi masyarakat Kudus.
“Alhamdulillah semuanya berjalan baik dan lancar. Ini menjadi semangat bagi kita semua karena kehadiran para tamu dari berbagai daerah tentu memberi dampak positif, baik bagi sektor pariwisata, ekonomi, maupun sosial,” ujarnya.
Sam’ani menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Kudus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang ramah demi mendukung kemajuan sektor olahraga dan pariwisata.
Berbagai kemudahan perizinan, terutama bagi investor bidang perhotelan, terus diupayakan untuk memperkuat infrastruktur sport tourism di Kudus.
“Contoh dampak ekonomi sudah terlihat. Para pelaku UMKM dan usaha kuliner di sekitar lokasi ramai dikunjungi atlet, pelatih, dan penonton. Bahkan, banyak tamu yang mencari penginapan sampai ke Pati. Ini peluang besar bagi investor untuk membangun hotel di Kudus,” jelasnya.
Bupati juga mengapresiasi Djarum Foundation dan KONI Pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Kudus sebagai tuan rumah PON Bela Diri 2025. Ia mengungkapkan kabar gembira bahwa ajang serupa akan kembali digelar di Kudus pada tahun 2027 mendatang.
“Event olahraga dari Djarum Foundation ini luar biasa, tidak hanya bela diri, tapi juga ada bulu tangkis dan sepak bola wanita. Semua ini menjadi peluang investasi yang bisa kita tangkap bersama. Pemerintah akan terus mendorong dengan mempermudah perizinan agar ekonomi kerakyatan masyarakat Kudus ikut tumbuh,” tegasnya.
Selain meninjau arena pertandingan, Sam’ani juga menanggapi saran dari Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor Hartono, untuk menggerakkan anak-anak Kudus agar lebih aktif berolahraga, terutama di cabang bela diri.
“Kita sangat mendukung gagasan itu. Ke depan, kami ingin berbagai cabang olahraga hadir dan berkembang di Kudus. Melalui event seperti ini, kita dorong generasi muda untuk bergerak dan berprestasi,” pungkasnya. (J02/A01)










