RSU Kumala Siwi Kudus Raih Peringkat Kedua FKRTL Terbaik dalam Pelayanan JKN 2024

- Jurnalis

Kamis, 1 Mei 2025 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr. Indra Damawan (Baju batik) Kepala Bidang Pelayanan Medis RS Kumala Siwi Mijen menerima penghargaan dari BPJS Kesehatan Cabang Kudus. (Foto: JP)

dr. Indra Damawan (Baju batik) Kepala Bidang Pelayanan Medis RS Kumala Siwi Mijen menerima penghargaan dari BPJS Kesehatan Cabang Kudus. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Rumah Sakit Umum (RSU) Kumala Siwi Kudus sukses menerima penghargaan sebagai Peringkat Kedua Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) Berkomitmen dalam Pelayanan Kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tahun 2024.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan Cabang Kudus pada Senin, 17 Maret 2025 lalu, dalam rangkaian acara Monitoring Evaluasi Mutu Layanan FKRTL di Kabupaten Kudus.

Direktur Utama RSU Kumala Siwi, dr. Dian Norma damawati, MARS Menyampaikan bahwa Pencapaian prestasi ini merupakan bentuk komitmen RSU Kumala Siwi dalam mendukung program kesehatan di Kabupaten Kudus.

Sebelumnya, RS Kumala Siwi juga mendapatkan penghargaan sebagai Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Terbaik ke-1 pada Tahun 2023 dalam Memberikan Pelayanan Terbaik bagi Peserta JKN saat masih kategori rumah sakit tipe D.

“Tahun 2023, RS Kumala Siwi mendapatkan peringkat satu untuk rumah sakit tipe yang berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi peserta JKN. Tahun 2024, kembali mendapat penghargaan saat sudah naik tipe C,” ujar dr. Dian.

Rumah sakit yang berlokasi di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kudus ini pun berupaya konsisten dalam membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mewujudkan manfaatnya pencapaian Universal Coverage Healt (UHC) bagi masyarakat.

“Kami terus berupaya untuk selalu berkomitmen dan berkontribusi dalam mendukung program JKN dengan memberikan layanan kesehatan berkualitas kepada peserta JKN,” tandasnya.

Baca Juga :  Antisipasi Virus Corona, RSUD Dr Lukmonohadi Kudus Siapkan Ruang Isolasi
Penghargaan yang diterima RSU Kumala Siwi sebagai Peringkat Kedua Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) Berkomitmen dalam Pelayanan Kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tahun 2024. (Foto: JP)

Berbagai layanan kesehatan yang tersedia di RSU Kumala Siwi, antara lain, layanan poli dokter spesialis dan dokter umum, layanan baby home care, layanan Analisa Gas Darah (AGD), hingga layanan pemasangan AV Shunt dan CDL.

dr. Dian menjelaskan, pada layanan unggulan AGD, pasien akan dapat melihat kemampuan paru-paru untuk mengirim oksigen ke dalam darah dan mengeluarkan karbon dioksida dari darah. Tes ini bisa mendeteksi berbagai jenis penyakit dalam.

“Seperti gagal nafas, asma, pneumonia, gagal hati, gagal jantung, gagal ginjal, gangguan tidur dan lain semacamnya,” terangnya.

Kemudian, layanan pemasangan AV Shunt, merupakan suatu metode pembedahan untuk membuat akses vaskular (pembuluh darah) yang bersifat permanen pada pasien, yang memerlukan hemodialisis, terutama pada kasus penyakit gagal ginjal kronik.

Sedangkan pada CDL (Chateter Double Lumen), merupakan layanan pemasangan kateter yang dimasukkan ke pembuluh darah di leher atau pangkal paha. Biasanya digunakan untuk hemodialisis jangka pendek.

“Layanan ini (AV Shunt dan CDL) bisa diakses oleh peserta BPJS Kesehatan tanpa tambahan biaya,” tandasnya.

Pihaknya pun berharap, dengan berbagai layanan kesehatan yang disediakan, dapat menjadi RSU Kumala Siwi sebagai rumah sakit rujukan yang dipercaya oleh masyarakat, baik itu dari lokal Kudus maupun luar daerah. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru