Jurnalpantura.id, Kudus – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil bupati nomor urut 01 Sam’ani Intakoris-Bellinda Putri mengenalkan dua kartu sakti pada debat perdana yang digelar KPU Kabupaten Kudus pada Kamis 24/10/2024 malam.
Kedua kartu sakti yakni, Kartu Kudus Inklusif dan Kartu Guru Sejahtera.
Calon Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton menyampaikan, Kartu Kudus Inklusif hadir sebagai bentuk kepeduliannya bersama Samani Intakoris kepada kaum rentan di Kabupaten Kudus termasuk untuk penyandang disabilitas.
“Di mana kartu ini memudahkan untuk kaum rentan termasuk disabilitas agar memudahkan akses dalam mendapatkan pendidikan, pekerjaan, dan akses dalam mendapatkan kesehatan,” terang Bellinda saat debat perdana.
Selain Kartu Inklusif, Bellinda Birton juga mengenalkan Kartu Guru Sejahtera yang diperuntukkan bagi guru swasta yang ada di Kabupaten Kudus agar mempermudah mendapatkan honor.
Program itu muncul setelah Bellinda mengobrol dengan salah satu guru swasta di Kudus yang mendapatkan honor sekitar Rp 300 ribu setiap bulan, yang mana jumlah tersebut di bawah indeks garis kemiskinan Kabupaten Kudus sekitar Rp 520 ribu.
“Ini bukan tentang SDM guru tetapi berkaitan dengan kesejahteraannya, karena sahabat kira dari kesejahteraan guru maka menimbulkan kualitas guru yang baik, di mana guru itu sebagai ujung tombak mencerdaskan anak-nak bangsa,” ujarnya.
“Jadi kami mempunyai program mengembalikan honor kesejahteraan guru swasta sebesar 1 juta rupiah per bulan. Di sini kami mempunyai Kartu Guru Sejahtera yang diperuntukkan bagi guru swasta agar mempermudah mendapatkan honor,” jelas Bellinda.
Melalui program Kartu Guru Sejahtera, paslon 01 memastikan, bagaimanapun nanti keadaan yang menimpa Kabupaten Kudus akan selalu memprioritaskan dan tidak menurunkan Honor Kesejahteraan Guru Swasta (HKGS). Sebab sosok guru menurut Bellinda Birton adalah orang paling berjasa melahirkan putra-putri terbaik bangsa.
Dalam sesi wawancara dengan awak media usai debat, paslon 01 menjelaskan bahwa dengan hadirnya Kartu Guru Sejahtera lebih memudahkan dalam mendapatkan honor.
Samani Intakoris mengatakan, dalam pemberian HKGS nantinya akan menyasar semua guru swasta yang ada di Kudus, dengan nominal sama yaitu Rp 1 juta per bulan tanpa terkecuali.
“Semua minimal 1 juta rupiah setiap bulan, kami akan verifikasi lebih baik, lebih dalam, termasuk kami membuat aplikasi dan Kartu Guru Sejahtera,” ujarnya.
Dalam pembuatan aplikasi itu pun, nanti akan dilakukan pendataan mendetail terkait informasi unum penerima HKGS, seperti nama, alamat, hingga NIK.
“Biar tidak tumpang tindih antara data satu dengan yang lain,” ucap Samani.
Kemudian, terkait Kartu Kudus Inklusif dikatakan Samani sebagai komitmennya bersama Bellinda memberikan kemudahan bagi kaum rentan yang ada di Kabupaten Kudus dalam mengakses pendidikan hingga kesehatan.
Kedua kartu tersebut, menjadi salah satu program unggulan saat terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kudus periode 2024-2029 mendatang.
“Dua kartu ini termasuk program prioritas kami, selain visi misi,” ujar Samani.
Sementara, Paslon nomor urut 02, Hartopo-Mawahib tidak mempermasalahkan paslon 02 memiliki program unggulannya.
“Ya wajar, semua orang mempunyai strategi masing-masing. Cuma kami srateginya sederhana, apa yang kami sampaikan apa yang kami visi misikan, itu termaktub di KPU dengan angka-angka yang jelas. Ini bentuk komitmen kami betul-betul berpihak kepada masyarakat,” ujar calon wakil bupati Kudus nomor urut 02, Mawahib.
Sebelumnya, calon bupati Kudus Hartopo berterima kasih kepada KPU Kudus yang telah menyelenggarakan debat sebelum Pilkada dilaksanakan.
“Terima kasih kepada KPU yang telah mempertemukan kedua paslon sehingga kami bisa bersanding, bisa jagong (mengobrol) bareng, dan bisa guyon (bercanda) bareng,” kata Hartopo.
Dirinya pun mengaku tidak ada persiapan khusus menghadapi debat malam tadi. Sebelum debat, Hartopo bahkan sibuk dengan kegiatannya dan tidak melakukan persiapan yang berarti.
“Gak ada persiapan apapun, mengalir saja,” tegasnya. (J02/A01)










